Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menilai sekitar 79 juta anak di Indonesia perlu menjadi bagian dari upaya menghadapi krisis iklim.
Jumlah tersebut mencapai hampir sepertiga dari total penduduk Indonesia. Karena itu, suara dan keterlibatan anak dinilai penting dalam mendukung langkah mitigasi maupun adaptasi terhadap perubahan iklim.
Devy Nia Pradhika Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I Kemen PPPA mengatakan, anak bukan hanya kelompok yang rentan terdampak krisis iklim, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan.
“Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,” kata Devy di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Devy, dampak krisis iklim sudah dirasakan langsung oleh anak-anak. Terlihat dari banjir yang mengganggu kegiatan belajar, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga pencemaran lingkungan yang memengaruhi kesehatan dan ruang bermain anak.

NOW ON AIR SSFM 100

