Kamis, 2 Februari 2023

Baru Dua Hari Surut, Banjir Bandang Kembali Terjang Pesisir Trenggalek

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Suasana banjir bandang di wilayah Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (6/11/2022) dini hari. Foto: Antara

Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (5/11/2022) hingga minggu (6/11/2022) pagi.

Banjir dengan ketinggian hingga satu meter dilaporkan merendam ratusan rumah di tiga desa Kecamatan Munjungan, akibat luapan air Sungai Bungur, Sentolo dan Sungai Tawing.

Sebuah mobil yang terparkir setengah badannya terendam air akibat banjir bandang di wilayah Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (6/11/2022) dini hari. Foto: Antara

Banjir kiriman dari wilayah pegunungan yang dipicu hujan deras itu, menjadi semakin parah karena air laut sedang pasang. Akibatnya, aliran sungai menuju muara menjadi tidak lancar.

“Banjir mulai terjadi tengah malam, sekitar pukul 24.00 WIB dan berangsur surut pada pagi harinya,” kata Yusuf Widharto Camat Munjungan, Minggu dikutip Antara.

Sampai sekarang, kata Widharto, tim gabungan masih melakukan identifikasi di lapangan.

“Sementara ini kami belum ada laporan warga mengungsi. Untuk pastinya kami masih akan melakukan identifikasi di lapangan, termasuk semua aspek yang terdampak. Karena kejadiannya baru tadi malam, jadi masih dicek dan didata dulu di lapangan kondisinya seperti apa,” ucapnya.

Sebagai informasi, banjir bandang itu merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir. Banjir serupa sebelumnya melanda wilayah Kecamatan Munjungan, pada Jumat (4/11/2022).

Pada kejadian pertama, sebanyak empat desa terdampak banjir dan longsor. Desa-desa yang terendam saat itu meliputi Desa Tawing, Bangun, Munjungan, dan Bendoroto.

Banjir yang merendam hampir seharian mengakibatkan konektivitas infrastruktur jembatan banyak yang terputus, ratusan rumah terendam hingga ribuan jiwa terdampak.

Infrastruktur jembatan yang rusak, di antaranya akses penghubung Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Watulimo. Jembatan di jalur antar kecamatan itu putus total.
​​​​
Selain banjir, longsor juga sempat menutup akses jalan utama ke Munjungan melalui Kecamatan Kampak. Bencana itu sempat membuat warga Kecamatan Munjungan terancam terisolasi, karena akses keluar yang tersisa hanya bisa ditempuh melalui jalur Munjungan-Panggul dengan jarak tempuh memutar cukup jauh. Infrastruktur di jalur itu juga masih rusak parah.

Selain di wilayah Munjungan, banjir pada Jumat (4/11/2022) dini hari itu juga terjadi di Kecamatan Watulimo. Sebanyak empat desa terdampak, yakni Desa Tasikmadu, Sawahan, Prigi, dan Karanggandu.

Akibat yang ditimbulkan, di antaranya terputusnya jembatan satu-satunya penghubung antardusun di wilayah Desa Sawahan. Sebanyak 3.200 jiwa terisolasi, dan akhirnya warga membuat jembatan darurat dari bambu.

“Ada delapan desa dari dua kecamatan itu terdampak banjir pada Jumat lalu. Sementara untuk tadi malam ada tiga desa terdampak banjir di Kecamatan Munjungan meliputi Desa Munjungan, Tawing dan Masaran,” kata Tri Puspita Sari Sekretaris BPBD Trenggalek.

“Di Munjungan air Sungai Bungur meluap ke jalan hingga permukiman dengan ketinggian kurang lebih satu meter, Sungai Sentolo di Tawing juga sama dan sungai di Masaran, kondisinya juga sama meluap,” imbuhnya. (ant/bil/rid)

Berita Terkait