Senin, 30 Januari 2023

Dua Siswa SD Bacakan Surat Sambat kepada Wali Kota Surabaya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Dua siswa SD saat membacakan suratnya bergantian dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) di hadapan Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Sabtu (23/7/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Acara rutin Sambat Warga yang digelar di Balai Kota Surabaya setiap hari Sabtu, dimanfaatkan oleh dua bocah kelas enam SD untuk membacakan suratnya kepada wali kota. Apalagi, Sambat Warga pada Sabtu 23 Juli 2022 tersebut bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional (HAN), sehingga terasa berkesan.

Dua anak tersebut adalah Nafa Layyina dan Razqa Atalla, siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Keduanya dipanggil Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, di sela-sela warga yang menyampaikan keluhannya.

“Kok ada anak-anak di sini, ada apa, keluhan apa ini, ayo maju sini ke depan,” kata Eri begitu melihat keduanya.

Pada kesempatan itu, keduanya menyampaikan tiga poin yang tertulis dalam surat yang mereka bawa di tangannya. Tiga poin tersebut, pertama yakni bangunan yang kurang layak untuk pembelajaran, sehingga masih ada yang menyewa tempat untuk belajar. Kedua, adanya anak-anak yang masih diminta orang tuanya bekerja, dan terakhir anak-anak yang keluarganya memiliki masalah ekonomi sehingga tidak bisa membayar sekolah.

Mendengar surat itu dibacakan, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya langsung memerintahkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk memastikan tidak ada lagi siswa Surabaya yang kurang mampu, sehingga kesulitan membayar sekolah.

“Bangga betul anak-anak SD tadi menyampaikan bahwa ada adik-adik kelasnya tidak bisa bayar sekolah. Saya sampaikan ke Dispendik, kalau itu SD dan SMP, tidak ada lagi anak Surabaya yang harus bayar uang gedung atau apa-apa yang masuk di MoU-nya. Kalau dia masuk mitra warga, tidak mampu, pemerintah hadir di sana,” kata Eri saat ditemui awak media usai Sambat Warga.

Bahkan Ia juga memastikan tidak hanya jenjang sekolah dasar dan menengah pertama, tetapi beasiswa akan diberikan untuk warga Surabaya yang membutuhkan bantuan.

“Termasuk kuliah, pondok juga, kalau anak Surabaya tidak mampu, minta bantuan beasiswa, kita berikan sebesar BOPDA yang kita berikan ke SD dan SMP,” kata Eri.

Sementara Moch Syamsul Arifien guru SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengaku memang meminta 400 siswanya untuk menulis surat yang ditujukan ke Eri Cahyadi, dengan berisikan keluhan masing-masing. Tapi ternyata, dua siswanya berkesempatan membacakan langsung suratnya di depan Eri Cahyadi. (lta/bil/iss)

 

Berita Terkait