Jumat, 9 Desember 2022

Epidemiolog: Booster Bantu Cegah Terjadinya Long Covid Saat Endemi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Endemi. Foto: Pixabay

Dicky Budiman Epidemiolog dari Griffith University Australia menekankan pemberian vaksinasi dosis ketiga (booster) dapat membantu mencegah terjadinya potensi long covid, saat negara bersiap memasuki masa endemi.

“Sebuah riset membuktikan bahwa dosis ketiga juga mengurangi sekali secara signifikan potensi long covid, kalau terpapar dan dampak long covid itu macam-macam. Itu yang merugikan kita dan vaksin membantu sekali kita mengendalikan wabah ini,” kata Dicky saat dihubungi Antara, Rabu (25/5/2022).

Dicky menuturkan, peranan dari vaksinasi booster di seluruh negara utamanya pada masa gelombang Omicron yang cenderung lebih mudah menular, menjadi sangat efektif untuk melindungi diri dari penularan virus.

Vaksinasi booster dianggap menjadi sebuah upaya yang benar-benar efektif dalam memberikan proteksi pada kelompok rentan baik lansia, penderita komorbid maupun anak-anak yang belum bisa ikut mendapatkan vaksin Covid-19.

Bahkan menurut satu riset, kata Dicky, vaksinasi booster dapat membuat durasi proteksi pada imun di dalam tubuh seseorang jauh lebih meningkat dan mampu bertahan lebih lama.

Apalagi untuk negara seperti Indonesia yang membutuhkan proteksi ekstra guna mencegah terjadinya ketimpangan imunitas di tiap-tiap provinsi, kabupaten hingga desa. Serta mempertahankan imunitas tubuh yang menurun setelah enam bulan sejak dosis vaksinasi terakhir diberikan.

Menurut Dicky, meskipun Indonesia mulai terkendali dan akan memasuki masa endemi, pelandaian kasus tidak boleh dianggap remeh karena penularan masih akan tetap terjadi.

“Untuk negara seperti Indonesia, katakanlah dengan cakupan vaksinasi booster yang masih dibawah 50 persen. Apalagi untuk lansianya juga masih banyak belum mencapai 50 persen di beberapa wilayah sekalipun, itu memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Pelandaian itu tidak dapat dicermati sebagai situasi sudah aman dan terkendali,” ujar dia.

Pelandaian kasus justru harus diwaspadai karena seiring dengan meningkatnya imunitas di kalangan masyarakat, dampak yang terjadi pada penularan Covid-19 adalah orang yang terkonfirmasi positif, cederung bergejala ringan atau tidak bergejala.

Akibatnya, posisi kelompok rawan menjadi sangat berbahaya karena mampu memperbesar potensi kefatalan akibat Covid-19, yakni kematian yang sampai saat ini masih terus bertambah di Indonesia.

Oleh karenanya, Dicky meminta agar semua pihak segera mendapatkan vaksin Covid-19 sambil memperkuat protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus.

“Saya sangat mengimbau semua orang yang belum dan sudah waktunya untuk menerima dosis ketiga itu segera pergi ke fasilitas kesehatan. Kita punya peran secara individu untuk melindungi keluarga terdekat kita,” pungkas Dicky. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs