Senin, 6 Februari 2023

Hari Disabilitas, Pemprov Jatim Catat Pembangunan Inklusif Senilai Rp14 Miliar

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur waktu bersama warga penyandang disabilitas. Foto: Humas Pemprov Jatim

Sebagai upaya pembangunan infklusif berkelanjutan bagi penyandang disabilitas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membentuk program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) dengan total nilai bantuan sejumlah Rp14,4 miliar.

ASDP tersebut memiliki target kepada 4.000 penyandang disabilitas berat. Bantuan sosial yang diberikan berupa pemenuhan nutrisi dan terapi sebagai upaya peningkatan taraf kesejahteraan sosial.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan pembangunan bersifat inklusi ini untuk menciptakan lingkungan ramah disabilitas dan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas.

“Pemprov terus berupaya menyeimbangkan relasi dan memastikan persamaan hak, peluang, habituasi dan aksesibilitas fasilitas umum baik pada aspek pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan layanan-layanan publik lainnya,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (3/12/2022).

Sebagai upaya peningkatan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, Pemprov Jatim menyediakan Buffer Stock ABM (Alat Bantu Mobilitas).

ABM itu berupa 200 buah kursi roda, 205 buah kursi roda multiguna, 175 buah kursi roda CP (Celebral Palsy) dan alat bantu dengar (Hearing Aid) sebanyak 50 buah.

“Tidak hanya bantuan secara fisik, di bidang pemenuhan hak sipil, seluruh disabilitas Jatim telah menuju kepemilikan KTP elektronik dengan penjangkauan maksimal oleh Dispendukcapil ke rumah-rumah disabilitas berat,” imbuh Khofifah.

Mantan Menteri Sosial RI itu terus mendorong peran penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus turut menjadi pilar utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pesan tersebut diungkapkannya sejalan dengan momentum Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Semangat mewujudkan pembangunan yang inklusif itu sejalan dengan tema yang diusung dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini. Yaitu ‘Pembangunan lnklusif yang Berkelanjutan’.

“Harapannya para penyandang disabilitas, di Jatim bisa menjadi bagian masyarakat yang berperan aktif mewujudkan tatanan dunia yang inklusif, aksesibel dan berkelanjutan,” ungkap Gubernur.(wld/dfn/ipg)

Berita Terkait