Kamis, 7 Juli 2022

Indonesia Sepakat Memperkuat Kerja Sama Sektor Perdagangan dengan Belanda

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto: Kemenko Perekonomian

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) memperkuat kerja sama bilateral sektor perdagangan dan investasi Indonesia- Belanda.

Kesepakatan penguatan kerja sama perdagangan terjadi dalam pertemuannya dengan Mark Rutte Perdana Menteri Belanda, di sela agenda World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

“Perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/5/2022) dikutip Antara.

Pada tahun 2020, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai 3,92 miliar Dollar AS, dengan ekspor Indonesia mencapai 3,11 miliar Dollar AS, dan impor senilai 804,3 juta Dollar AS.

Belanda merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-11 dari produk Indonesia, dengan komoditas utama antara lain minyak kelapa sawit 14 persen, produk kimia 12 persen, serta kopra (daging buah kelapa yang dikeringkan) serta produk turunannya enam persen.

Kemudian, minyak nabati atau hewani dan produk turunannya enam persen, minyak bumi lima persen, serta cokelat, mentega, lemak dan minyak tiga persen.

Selain itu, ada juga timah tiga persen, produk alas kaki dua persen, asam dan produk turunannya dua persen.

Selama 2016-2021, Belanda menjadi investor terbesar ke-5 dari total 157 negara yang berinvestasi di Indonesia, dengan nilai investasi 9,68 miliar Dollar AS atau 5,43 persen dari total realisasi investasi asing.

Investasi terbesar Belanda di Indonesia, berada pada sektor listrik, gas, dan air mencapai 34 persen. Lalu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi 19,2 persen serta sektor pertambangan 16,7 persen.

Indonesia dan Belanda juga memiliki Nota Kesepahaman bidang Cooperation in Sustainable Production of Palm Oil pada 2019, Technical Arrangement pada 2020, serta Implementation Plan NI-SCOPS yang telah disepakati pada 24 April 2020.

Pada kesempatan itu, Airlangga juga mendorong kerja sama di bidang semikonduktor serta pengembangan investasi perusahaan Belanda di Indonesia seperti Unilever pada sektor oleochemical di KEK Sei Mangkei, Philips pada sektor kesehatan dan pembangunan Pabrik Frisian Flag, di Cikarang, Jawa Barat.

Melalu pertemuannya dengan Menko Perekonomian, Rutte Perdana Menteri Belanda berharap proses investasi untuk ekspansi perusahaan-perusahaan Belanda akan semakin mudah melalui reformasi struktural yang meringkas waktu proses perizinan di Indonesia.

Belanda juga membuka diri kalau Indonesia memberikan kesempatan berinvestasi di dunia pendidikan, baik pendidikan tinggi mau pun pelatihan vokasi.

Terakhir, Belanda membuka kesempatan buat Mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Belanda melalui program beasiswa Nuffic-Neso. (ant/bil/rid)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
27o
Kurs