Jumat, 9 Desember 2022

Kompolnas: Tidak Ada Perintah Kapolres Malang Tembakkan Gas Air Mata dan Tutup Pintu Stadion Kanjuruhan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Wahyu Rudanto Komisioner Komisi Kompolnas saat press conference di Mapolres Malang, pada Selasa (4/10/2022). Foto: Risky suarasurabaya.net

Wahyu Rudanto Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), menegaskan bahwa dalam proses pengamanan pertandingan pekan kesebelas Liga 1 yang mempertemukan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Sabtu (1/20/2022) lalu, tidak ada perintah dari Kapolres Malang untuk menembakkan gas air mata.

“Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan represif, dengan tembakan gas air mata,” ucapnya dalam press conference yang dilakukan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Malang, pada Selasa (4/10/2022).

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa Kapolres Malang yang saat ini sudah dicopot yaitu AKBP Ferli Hidayat, juga tidak memerintahkan pihak keamanan yang bertugas di stadion untuk menutup pintu seusai pertandingan tersebut.

“Isu yang berkembang, sudah kami konfirmasi kepada Kapolres, tidak ada perintah untuk menutup pintu, harapannya 15 menit akhir dibuka. Tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu yang terkunci,” jelasnya.

Menurutnya, perintah itu sudah disampaikan Kapolres Malang saat agenda apel lima jam sebelum pertandingan dimulai.

“Jadi, kami melihat sudah ada tindakan preventif yang dilakukan dari internal kepolisian. Kompolnas melihat secara prosedural sudah dijalankan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan akan menelusuri adanya gas air mata yang digunakan oleh aparat, yang menurut beberapa informasi diduga memicu penonton berebut keluar stadion.

Ia juga menambahkan, bahwa sebelum pertandingan resmi dilaksanakan malam hari, Polres Malang sudah mengirimkan surat kepada Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memajukan jam tanding menjadi sore. Namun, pertandingan tetap digelar malam hari.

“Pihak Polres sudah mengantisipasi jauh-jauh hari kejadian ini dan sudah ngotot untuk minta main sore, ada surat yang sudah dikirimkan,” tukasnya.

Sedangkan, alasan LIB tidak mengubah jadwal laga menurutnya karena sudah ada kontrak hak siar.

“Jadi, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, kita harus melihat secara objektif. Potensi itu sudah terbaca, ada langkah-langkah preventif, tapi dalam pelaksanaan seperti ini,” tukasnya.(ris/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs