Kamis, 8 Desember 2022

Evaluasi Tragedi Kanjuruhan, PSSI Wacanakan Kursi Stadion Sesuai Data Perorangan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ahmad Riyadh Ketua PSSI Jatim. Foto: PSSI

Evaluasi tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang merenggut 125 korban, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mewacanakan kursi stadion sesuai data perorangan.

Ahmad Riyadh Ketua PSSI Jatim sekaligus Exco PSSI optimistis wacana aturan kursi stadion yang memuat data setiap suporter atau pendukung tim sepak bola yang hadir, akan terlaksana. Utamanya, bagi klub-klub besar.

“Ke depan sudah ada aturannya bahwa stadion nanti itu, diharapkan yang utama-utama klub-klub besar itu by name by number (sesuai nama dan kursi) jadi, nama dan nomor kursinya sama,” ujar Riyadh saat dihubungi suarasurabaya.net Minggu (2/10/2022) lalu.

Wacana itu bertujuan mengetahui pasti data detil identitas setiap suporter yang hadir atau menyaksikan pertandingan secara langsung.

“Itu yang nomor satu, bisa dideteksi yang duduk di kursi siapa datanya. Database suporter juga harus ada databasenya. Untuk tahu siapa suporternya, dari golongan siapa, umur berapa, ada pemetaannya masing-masing,” kata Riyadh lagi.

Menurutnya itu salah satu upaya aturan penyelenggaraan pertandingan agar tidak terulang tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022) lalu. Riyadh melanjutkan, tiga jam setelah pertandingan, klub masih bertanggungjawab terhadap suporter.

“Jadi kerja tim atau klub itu bukan hanya tim yang turun di lapangan saja, tapi bagaimana tim yang di luar lapangan. Karena aturannya tiga jam setelah pertandingan itu masih tanggung jawab klub. Orang masih jalan itu diperkirakan lima kilometer area itu dari stadion bisa terurai ke rumah masing-masing, itu lah tanggung jawab klub,” imbuh Riyadh.

Meski pihaknya memastikan kebijakan itu belum bisa diterapkan di sisa musim Liga 1, tapi Riyadh melanjutkan, tetap optimistis regulasi ini terlaksana.

“Nggak (dilaksanakan saat Liga 1), tapi ini satu keniscayaan, kita sudah membenahi perwasitan, membenahi apa, tinggal nanti ini sedikit demi sedikit harus. Karena euforianya sangat luar biasa, nggak siap timnya kalah, tapi kalau nomor kursinya kita wajibkan, memang beberapa stadion ada yang sudah mengunakan kursi singlenya tapi nggak semuanya. Kita pengen ada nomornya dari tiketnya yang dibeli oleh si A, tidak apa-apa orang beli tiket 50, tapi itu tanggung jawab 1 org. Sedikit demi sedikit kita masih ajukan regulasi ini,” tandasnya. (lta/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
26o
Kurs