Sabtu, 28 Januari 2023

Nahdlatul Ulama Jawa Timur Berangkatkan 10 Bus Mudik Gratis

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pemberangkatan 350 peserta mudik gratis oleh PWNU Jatim, Sabtu (30/4/2022). Foto: PWNU Jatim

Gelombang mudik lebaran tahun 2022 di Jawa Timur (Jatim) masih terus berlangsung sampai dengan hari ini, Sabtu (30/4/2022).

Dalam momen tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim memberangkatan sepuluh bus angkutan mudik gratis dengan total 350 peserta.

Pemberangkatan sendiri dilaksanakan, dari depan Kantor PWNU Jatim di Jalan Masjid Agung Timur Surabaya.

KH Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jawa Timur mengatakan, program ini diselenggarakan rutin setiap tahunnya. Namun, dua tahun terakhir program ini ditiadakan karena pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, akhirnya tahun ini PWNU Jawa Timur kembali bisa membantu saudara-saudara kita untuk mudik gratis. Program ini merupakan kerja sama PWNU Jawa Timur dengan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Marzuki.

Sebelum pemberangkatan, Kyai Marzuqi, sapaan akrab Ketua PWNU Jatim, juga mengajak para pemudik untuk berdoa bersama demi kelancaran dan keselamatan mereka. Adapun rute mudik bareng PWNU Jatim tahun ini, yakni Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Jember dan Banyuwangi.

Selain fasilitas mudik gratis, para pemudik juga mendapatkan bingkisan berisi makanan ringan, minyak goreng, dan paket peralatan kesehatan seperti hand sanitizer dan masker. Paket ini merupakan bantuan dari Dishub Jatim, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim dan PT. Enesis.

“Kita menyadari bahwa mudik itu sebegitu penting. Bagi orang seperti saya yang wong Ndeso, kalau belum mudik belum hari raya. Dan mudik ini tradisi baik yang khas Indonesia. Harus kita lestarikan,” tambah Kiai Marzuki.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jatim mengungkapkan dimensi ibadah dari tradisi mudik, tidak sekadar menjadi perjalan biasa.

“Selain mengobati rasa kangen, mudik ini ada nilai ibadahnya. Yaitu birrul walidain (berbakti pada orang tua), silaturahmi dengan sanak saudara, dan nyekar atau berziarah ke makam orang tua dan para leluhur,” jelas Pengasuh Ponpes Sabilur Rosyad Malang ini.

Senada dengan Kiai Marzuki, Anik Suwandari, salah satu pemudik mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya bisa ikut mudik gratis ini. Warga Surabaya asal Pacitan ini berangkat bersama suami dan putrinya.

“Senang sekali rasanya. Terima kasih kepada PWNU Jawa Timur dan seluruh pihak yang telah membantu kami para pemudik bisa pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman dan gratis,” kata ibu satu anak ini.

Suasana sebelum pemberangkatan bus mudik gratis oleh PWNU Jatim, Sabtu (30/4/2022). Foto: PWNU Jatim.

Tepat pukul 07.30 WIB, Kiai Marzuki memberangkatkan para pemudik ditandai dengan mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama. Turut hadir dalam pemberangkatan ini, KH Hasan Ubaidillah Sekretaris PWNU Jatim, Ahmad Afif Amrullah Ketua LAZISNU Jatim, perwakilan PT Enesis dan sejumlah pengurus PWNU Jatim. (lta/bil/iss)

Berita Terkait