Selasa, 5 Juli 2022

Nofal Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo yang Selamat Bisa Pulang, Ini Mukjizat

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Hasil rontgen yang menunjukkan retak tangan kiri M. Nofal, salah satu korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Sumo, Rabu (18/5/2022) Foto: Retha Yuniar suarasurabaya.net

M. Nofal Al Hafiz (16 tahun) salah satu korban kecelakaan maut Bus PO Ardiansyah sudah tiba di rumahnya di Jalan Benowo Krajan Gang III Surabaya pada hari ini, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Alhamdulillah, Nofal sudah sampai rumah sejak jam 11 tadi,” ucap syukur Siti Duriati, ibu Nofal pada suarasurabaya.net saat ditemui di rumahnya.

Siti Duriati menjelaskan, sebelumnya M. Nofal Al Hafiz mendapat perawatan di Rumah Sakit Emma Mojokerto. Ia dirawat karena terdapat retakan pada area pergelangan tangan kirinya.

“Ada retak di tangan kiri. Dia di Rumah Sakit Mojokerto dioperasi dipasang pen,” lanjutnya.

Selain retakan tersebut, dia juga bercerita bahwa Nofal mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Ada dua benjolan di kepala mungkin efek kayak kebanting kan ya. Terus ada luka goresan yang lumayan dalam di punggung dan di kaki. Mungkin terkena serpihan kaca,” paparnya.

Siti menuturkan, Nofal dipulangkan ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya mendapat perawatan di RS Emma Mojokerto dan menjalani pemeriksaan ulang di RS Bhakti Dharma Husada (BDH), Kendung, Surabaya.

“Berangkat dari RS Emma pagi tadi, terus jam 09.00 WIB sampai di RS BDH untuk di-cek ulang. Di-rontgen segala macam. Hasilnya sudah boleh pulang dan dijadwalkan kontrol minggu depan,” ujarnya.

Kata Siti Duriati, anak semata wayangnya ini tidak dapat bercerita banyak saat detik-detik kecelakaan terjadi karena tidur sepanjang perjalanan.

“Pulang dari Yogya itu sekitar jam 12 malam katanya. Terus sekitar jam 2 dini hari sampai pagi itu Nofal bilang kalau dia tidur. Jadi dia nggak tahu apa-apa. Bahkan yang katanya sempat istirahat di rest area dia juga nggak tahu,” paparnya.

Nofal, menurut Siti Duriati justru sempat terbangun pascakecelakaan.

“Jadi waktu kejadian itu dia gak tahu. Tahu-tahu dia bangun, posisinya sudah di atas aspal, ini masih di dalam bus ya. Bus itu kan terguling jadi dia di antara kaca-kaca bus,” terangnya yang mengaku langsung berangkat ke RS Emma Mojokerto setelah menerima kabar kecelakaan ini.

Saat terbangun, kata Siti Duriati, ada anak kecil laki-laki menindih tubuh Nofal.

“Ada anak kecil. Dia ditindih anak kecil nangis. Terus diangkat orang-orang akhirnya Nofal bangun. Keluar dari bus jalan kaki,” ujarnya.

Kaos putih Nofal yang dikenakannya Senin (16/5/2022) pagi itu kata Siti Duriati sempat dipenuhi bercak darah.

“Badannya itu kan banyak darah itu. Saya pikir ini badannya sobek apa gimana ini nggak tahunya darah dari korban lain. Gak tahu kata Nofal darahnya netes dari atas. Coba bayangkan kalau darah sampai netes dari atas, berarti yang depan-depan ini bagaimana,” kata Siti saat menceritakan kondisi Nofal di rumah sakit.

Ia bercerita bahwa dirinya sempat panik saat melihat kondisi awal Nofal yang dipenuhi bercak darah.

“Saya sempat panik awalnya. Tapi sewaktu saya seka badannya, ternyata itu bukan darah dia. Alhamdulillah utuh badannya. Mungkin darah korban lain saya kurang tahu,” katanya.

Saat di rumah sakit, Nofal sempat bercerita pada ibunya bahwa dia duduk di bangku paling belakang di posisi tengah.

“Alhamdulillah, ini mukjizat,” terangnya.

Siti Sudiati mengucap syukur berkali-kali. Dirinya merasa beruntung anak satu-satunya selamat dari maut.(tha/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
28o
Kurs