Senin, 23 Mei 2022

Pemerintah Bersiap Menghadapi Puncak Kasus Omicron Februari-Maret 2022

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi dalam keterangan pers virtual sesudah rapat kabinet terbatas, di Jakarta, Minggu (16/1/2022). Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan, puncak kasus Covid-19 akibat Virus Corona Varian Omicron kemungkinan terjadi pertengahan Februari sampai Maret 2022.

Prediksi tersebut berdasarkan hasil pengamatan terhadap lintasan (trajectory) kasus Covid-19 di Afrika Selatan.

“Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati, berangkat dari trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini,” ujar Luhut, sore hari ini, Minggu (16/1/2022), dalam keterangan pers virtual sesudah rapat kabinet terbatas, di Jakarta.

Maka dari itu, Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Antara lain, meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan, dan akselerasi vaksinasi.

Menurut Luhut, langkah mitigasi sangat penting supaya peningkatan kasus Omicron di Indonesia lebih landai dibandingkan negara lain. Sehingga, tidak sampai membebani sistem kesehatan.

Lebih lanjut, Luhut bilang pemerintah punya opsi melakukan pengetatan mobilitas masyarakat untuk menekan penyebaran Virus Corona Varian Omicron.

Tapi, politisi senior Partai Golkar itu berharap masyarakat dengan penuh kesadaran bisa mengurangi mobilitas tanpa perlu ada aturan pembatasan dari pemerintah.

Luhut juga mengimbau perusahaan di luar sektor industri memberlakukan lagi opsi bekerja dari rumah (work from home) para pegawainya.

Sekadar informasi, Virus Corona Varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di negara-negara Afrika bagian selatan sudah menyebar luas di 150 negara dunia, termasuk Indonesia.

Per hari ini, Covid-19 Varian Omicron di Indonesia mencapai 748 kasus. Sebanyak 569 kasus impor, 155 transmisi lokal, dan 24 kasus masih dalam penyelidikan epidemiologis.(rid/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
31o
Kurs