Rabu, 6 Juli 2022

Pemkot Surabaya Belum Berencana Menambah Jam Operasional Suroboyo Bus

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Bagian dalam Suroboyo Bus. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Pemerintah Kota Surabaya belum berencana menambah jam operasional Suroboyo Bus. Pertimbangannya besaran biaya operasional yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan jumlah penumpang yang butuh dilayani.

Usulan penambahan jam operasional datang dari William Wirakusuma, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya. William menilai sudah saatnya Suroboyo Bus menambah jam operasional hingga pukul 23.00 WIB untuk melayani masyarakat, khususnya para pekerja tempat kuliner dan mal pulang kerja.

Dia mengaku menerima beberapa keluhan dari pekerja tempat kuliner dan mal saat masa reses, tidak ada transportasi umum yang beroperasi saat mereka pulang kerja. Keluhan senada juga disampaikan melalui media sosial.

“Kebanyakan warga luar kota kalau ke Surabaya ya ke mal atau wisata kuliner. Jam operasional mal sampai pukul 22.00 WIB begitu juga tempat-tempat wisata kuliner. Karena itu harus ada transportasi umum bagi warga khususnya pekerja di mal atau tempat kuliner,” kata legislator dari Fraksi PSI Surabaya ini.

Pegawai mal dan tempat kuliner, kata William, baru bisa pulang pada pukul 22.30 atau 23.00 WIB karena harus membersihkan area kerjanya sebelum pulang. Akibatnya, mereka tidak terangkut Suroboyo Bus yang jam operasionalnya hanya sampai pukul 21.00 WIB. Padahal fungsi transportasi umum adalah memangkas biaya transportasi masyarakat.

Menanggapi usulan itu, Tunjung Iswandaru Kepada Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan pihaknya akan melakukan survei dari jalur mana para pegawai mal ini dan ke mana tujuannya. “Kalau hanya sedikit kami tidak bisa lakukan, karena sangat memakan banyak anggaran apabila menambah jam operasional,” ujar Tunjung kepada suarasurabaya.net, Jumat (20/5/2022).

Sekadar diketahui, selama ini dana operasional Suroboyo Bus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Surabaya dan jumlahnya tidak sedikit. Jika jam operasional ditambah hanya untuk mengangkut beberapa orang saja, akan merugikan APBD. Penambahan jam operasional harus diiringi dengan penambahan biaya personel dan BBM.

“Kami bisa menambah jam asalkan jumlahnya tetap signifikan. Minimal harus 30-40 persen dari kapasitas load factor,” ucapnya.

Tunjung menjelaskan, Dishub Surabaya telah berupaya memperpendek waktu tunggu Suroboyo Bus di setiap halte dengan menambah armada bus.

Menurut dia, wilayah MERR adalah yang paling sepi penumpang. Dia menduga itu karena jalur Suroboyo Bus masih kurang menjangkau area rumah warga.

“Kami berupaya menambah jalur supaya lebih dekat dengan pemukiman masyarakat. Memang butuh waktu untuk mengubah sistem atau kebiasaan warga yang lebih suka menggunakan kendaraan pribadi. Kami berharap agar masyarakat lebih mengutamakan moda transportasi umum saat sedang berangkat kerja atau saat pergi dengan satu rute,” katanya. (wld/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
27o
Kurs