Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemkot Surabaya Fasilitasi Modal Usaha untuk Toko Kelontong MBR

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berkolaborasi dengan perusahaan fintech Komunal, untuk memberikan bantuan pinjaman modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Toko Kelontong.

Devie Afrianto, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, menyebutkan, dalam sosialisasi ini Komunal bekerjasama dengan pemkot untuk memberikan fasilitas bagi pelaku UMKM atau toko kelontong MBR yang sudah membuka usaha, namun kesulitan mencari modal.

“Misinya Pak Wali kan mengentaskan kemiskinan, nah untuk menggerakkan warga MBR ini butuh skema khusus agar ekonomi terus berputar,” kata Devie.

Dalam sosialisasi ini, Dinkopdag Surabaya menggaet 50 pelaku toko kelontong di dua kecamatan, yakni Sawahan dan Wonokromo. Setelah itu, pada awal Juli 2022, para pelaku toko kelontong sudah diberi bantuan modal mulai bergerak menjajakan dagangannya masing – masing.

“Sebetulnya target kami itu 300an pelaku Tokel MBR yang masuk kedalam klasifikasi e-Peken, nah yang 50 dari dua kecamatan itu, kami jadikan pilot project-nya,” ujar Devie.

M.Yunus,  Camat Sawahan Kota Surabaya menyambut baik adanya kolaborasi antara Komunal dengan toko kelontong MBR yang ada di wilayah kerjanya. Menurutnya, itu adalah langkah tepat untuk mensejahterakan warga Surabaya, khususnya di Kecamatan Sawahan.

“Ini adalah langkah konkrit Pemkot Surabaya agar pendapatan Tokel khususnya MBR bisa meningkat, selama itu baik untuk warga, wajib kita sukseskan,” ucap Yunus.

Sementara itu, Natanael Edwin Suprapto Business Development Manager Komunal, mengatakan bantuan modal usaha berupa bahan komoditi seperti telur, beras dan daging ayam, kemudian dijual kembali oleh pelaku UMKM dan toko kelontong sesuai dengan harga di pasaran.

“Jadi kami beri bantuan pinjaman modal, namun tidak berupa dana, tetapi berupa barang siap jual. Bahkan kami juga sediakan lemari pendinginnya, sehingga UMKM dan toko kelontong sudah tidak lagi bingung mencari supliernya,” jelasnya. (man/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
24o
Kurs