Kamis, 30 Mei 2024

Pencarian Mahasiswa yang Hilang di Bukit Krapyak Berlanjut Sampai Hari Senin

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
anggota tim SAR Gabungan yang sedang beristirahat di posko bukit krapyak, Sabtu (17/9/2022). Foto: suarasurabaya.net

Pencarian Raffi Dimas Baddar mahasiswa asal Pasuruan yang hilang waktu kemping di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus berlanjut.

Sampai hari ketujuh pascadinyatakan hinga sekarang, keberadaan mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya tersebut belum diketahui.

Maka dari itu, pencarian akan terus berlanjut sampai hari Senin (19/09/2022).

“Hari ini (kemarin) juga masih nihil. Belum ada tanda siginifikan dari keberadaan korban,” ungkap Octavino Komandan Tim Basarnas Surabaya, berdasarkan informasi yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (17/09/2022) malam.

Berdasarkan hasil evaluasi dan juga sejumlah pertimbangan, lanjut Octavino, operasi SAR pencarian Dimas terus dilakukan secara maksimal.

”Kami juga mempertimbangkan dari sisi keluarga korban. Secara perhitungan, Tim Basarnas juga baru terjun di lokasi Selasa (13/9/2022). Sesuai SOP, operasi ditutup hari ketujuh pencarian. Namun, kami putuskan pencarian dilakukan sampai Senin (19/9/2022) nanti,” ungkapnya.

Vino menjelaskan, nantinya Ops SAR melakukan pencarian korban atas nama Dimas dengan jumlah personel yang terbatas alias bergantian. Sebab petugas juga harus menjaga stamina bagi yang sejak awal turut terlibat dalam proses pencarian.

“Semisal nanti dihentikan dan korban belum ditemukan, bisa dilakukan pencarian secara mandiri. Antara pihak keluarga, pengelola, masyarakat setempat mau pun Perhutani,” tambahnya.

Selain upaya pencarian secara mandiri di sekitar Petilasan Brawijaya hingga Putuk Puyang tempat Dimas terakhir terlihat, Basarnas Surabaya juga melakukan kordinasi dengan Polres Mojokerto untuk membantu melacak ponsel milik korban.

“Kami juga minta bantuan kepolisian untuk melacak keberadaan Dimas melalui ponsel yang dibawa korban, dan tadi perwakilan dari polisi juga sudah datang ke lokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vino mengungkapkan tim yang melakukan pencarian korban di Bukit Krapyak mendapat sejumlah kendala. Selain belum ditemukannya titik korban terakhir hilang, petugas juga kerap menemukan blank spot alias jurang di lokasi. Sehingga, menyulitkan personel gabungan menyisir kawasan pegunungan tersebut.

Sejumlah upaya sudah dilakukan Tim SAR gabungan melacak jejak Dimas. Selain upaya sesuai prosedur, penambahan jumlah personel dan perluasan radius pencarian sudah dilakukan.

Sebelumnya, seorang pendaki dikabarkan hilang waktu kemping di bukit Krapyak Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Belum diketahui pasti penyebab hilangnya seorang pemuda bernama Raffi Dimas Baddar, (20) warga Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan tersebut.

Korban yang diketahui seorang mahasiswa ity dikabarkan hilang sejak Minggu (11/09/2022) siang. Sebelum dinyatakan hilang, korban sempat bermalam di area perkemahan bukit Krapyak bersama 10 rekannya.

Sebagai tambahan informasi, korban bersama 10 orang rekannya masuk ke loket kawasan perkemahan sejak Sabtu (10/09/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.(des/rid)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
30o
Kurs