Selasa, 27 September 2022

Puluhan Mantan Narapidana Teroris Gelar Upacara HUT RI di Tasikmalaya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sejumlah mantan narapidana kasus terorisme mengikuti upacara HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Pesantren Hamalatul Quran, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (17/8/2022). Foto: Pokja Tasikmalaya.

Sebanyak 75 mantan narapidana kasus terorisme dari berbagai daerah di Jawa Barat (Jabar) menggelar upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di halaman Pesantren Hamalatul Quran, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/8/2022). Upacara itu diikuti para mantan narapidana terorisme, dalam rangka kembali cinta NKRI.

Brigadir Jenderal Polisi Arif Makhfudiharto Direktur Identifikasi dan Sosial, Detasemen Khusus 88 Antiteror mengatakan, kegiatan upacara itu merupakan inisiatif mantan narapidana kasus terorisme yang ingin membuktikan cinta terhadap Indonesia.

“Mereka sudah secara sadar menyatakan cinta kepada NKRI, mereka juga punya keinginan berkontribusi untuk membangun wilayah masing-masing,” kata Arif dikutip Antara.

Ia menuturkan kegiatan yang melibatkan mantan narapidana kasus terorisme itu penting digelar dalam momentum HUT RI, khususnya untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, lanjut dia, upacara tersebut juga bagian upaya resosialisasi agar mereka dapat berkumpul bersama dengan berbagai kalangan masyarakat.

Sebelumnya, Arif menjelaskan kalau acara itu sebetulnya ingin menghadirkan lebih banyak peserta. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya 75 orang yang ikut dalam acara itu.

Ia juga mengungkapkan alasan upacara itu digelar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, karena tempat tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri.

“Mereka juga punya kesadaran untuk kembali mencintai NKRI, makanya kami gunakan tempat ini,” katanya.

Ia menambahkan rencana ke depan kegiatan ini akan menjadi rutin dilaksanakan, dengan tetap melibatkan mantan narapidana kasus terorisme. Selain itu, lanjut Arif, pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada mereka dan berupaya menghilangkan stigma yang jelek di masyarakat.

“Kami menjadi penghubung mereka kembali ke masyarakat, pendampingan akan dilakukan sampai mereka menjadi bagian dan berkontribusi kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Gilang Taufik (35) salah seorang peserta upacara, mengaku baru kali pertama mengikuti peringatan upacara HUT RI sebagai bentuk penghormatan, sebelumnya selama puluhan tahun, ia belum pernah ikut upacara.

Gilang mengungkapkan, dirinya maupun yang lain sudah menyatakan diri kembali mencintai NKRI dan siap bertekad membangun bangsa sebagai wujud menebus kesalahan.

“Kami ingin bergandengan dengan setiap unsur untuk menjaga negeri ini dari paham yang ingin merusak, ini bentuk cinta kami kepada negeri ini,” katanya. (ant/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Selasa, 27 September 2022
32o
Kurs