Jumat, 9 Desember 2022

Surabaya Kite Festival 2022 Dinanti Peserta dan Pengunjung Setelah Vakum 4 Tahun

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Layangan berbentuk kucing dengan warna biru milik partisipan asal Polandia saat Surabaya Kite Festival 2022 di Long Beach Pakuwon City, Sabtu (1/10/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Setelah vakum 4 tahun, Surabaya Kite Festival 2022 digelar lagi hari ini, Sabtu (1/10/2022). Ajang festival layang-layang internasional ini mengobati kerinduan para peserta.

Seperti Andreas, peserta asal Swedia terlihat antusias menjajal menerbangkan layang-layang dua dimensi miliknya sejak usai dirakit sampai menjelang penilaian juri.

Tahun ini menjadi ketiga kalinya dirinya turut serta dalam gelaran internasional yang diselenggarakan di Kota Surabaya.

“This is third time, first 2014, 2016, and now (Ini ketiga kalinya, pertama 2014, 2016, dan sekarang),” kata Andreas pada suarasurabaya.net

Andreas juga mengaku senang sekali bisa kembali bergabung. Mesi, bukan sebagai peserta lomba, melainkan peserta pameran atau eksibisi.

Begitu juga dengan Jarot, peserta asal Cilacap Jawa Tengah. Dirinya dengan bangga memamerkan layang-layang tiga dimensi ubur-ubur yang dibuatnya dengan menghabiskan waktu satu bulan.

“Ini materialnya pakai bahan kain parasut WP dan kain impor China ripstop. Saya buat sendiri selama kurang lebih satu bulan, diameternya 160 cm,” kata Jarot pada suarasurabaya.net, Sabtu (1/10/2022) sambil merakit layang-layangnya.

Menurutnya ajang festival layang-layang internasional ini bisa mewadahi hobinya sejak kecil. Dia datang bersama teman-temannya, secara keseluruhan total 12 orang terbagi dalam lima klub, mengikuti kategori lomba layang-layang dua dimensi dan tiga dimensi.

“Dua dimensinya ada lima layang-layang. Tiga dimensi ada empat,” kata Jarot lagi.

Selain ubur-ubur, layang-layang tiga dimensi lainnya berbentuk anoman, keris, dan kuda laut yang dibuatnya. Meski Jarot mengaku tidak mencari keuntungan, tapi tidak menutup kemungkinan karyanya juga dibeli pengunjung. Untuk satu buah layang-layang bisa dibandrol Rp 1,5 – 3 juta.

“Nggak cari untung, tapi kadang ada yang nawar kalau cocok harganya ya lepas. Kalau dua dimensi kira-kira 1,5 sampai 2 juta rupiah tergantung besar nggaknya. Kalau tiga dimensi 3 jutaan,” imbuhnya.

Tapi dirinya lebih fokus menarik perhatian juri. Terbukti ini ketiga kalinya Jarot mengikuti Surabaya Kite Festival. Dua kali sebelumnya, selalu mendapatkan juara pada kategori layang-layang tiga dimensi.

“Dua kali sebelumnya biasa menang tiga dimensi. Yang dua dimensi jarang, karena Tulungagung lebih bagus, lebih besar,” tambahnya.

Jarot menceritakan, perlu waktu sekitar dua jam untuk merakit ulang layang-layangnya hingga siap terbang. Baru kemudian diujicoba ulang terbang agar bisa menang.

“Penilaiannya, bentuknya, warna, terbangnya juga masuk,” tutur Jarot.

Tidak hanya peserta, gelaran Surabaya Kite Festival 2022 juga begitu dinanti pengunjung. Anton salah satunya, sambil mengajak anaknya yang masih usia SD itu berkeliling ke tiap tenda peserta.

Meski panas terik dan banyak layang-layang yang masih belum terbang, tapi menurut Anton sangat menarik.

“Pengen nonton aja, tahun-tahun sebelumnya sudah, sekalian cari hiburan aja. Menarik, bentuk-bentuknya bagus-bagus. Penasaran lihat dari luar negeri bawa apa buat pembanding dengan dalam negeri. Sekilas, hampir sama dengan 4 tahun lalu,” kata Anton pada suarasurabaya.net.

Diketahui, Surabaya Kite Festival digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu 1-2 Oktober 2022. Namun pelaksanaan hari ini terkendala cuaca, sehingga penilaian diulang besok. (lta/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs