Kamis, 7 Juli 2022

Ubaya Ingatkan Generasi Muda Makna Imlek Lewat Theme Table

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu di antara theme table pada Semarak Imlek 2022 yang digelar Universitas Surabaya (Ubaya). Foto: Humas Ubaya

Sambut tahun baru Imlek 2573 Kongzili, Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB) Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) gelar Semarak Imlek.

Perayaan diwarnai empat theme table Imlek termasuk permainan tradisional Tionghoa yang sudah hampir dilupakan.

Listyo Yuwanto S.Psi., M.Psi., Koordinator Kelompok Studi Psikologi Bencana, yang sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Ubaya menyebutkan bahwa masa-masa pandemi ini membuat ada refleksi kembali terkait makna Tahun Baru Imlek.

“Jadi karena itu tetap diadakan hybrid, walaupun terbatas karena masa tidak memungkinkan untuk full offline,” terang Listyo, Senin (31/1/2022).

Dari pemaknaan itu memunculkan tema Kesederhanaan dan Keberkahan, yang dibawa pada Festival Kampung Tionghoa 2022 kali ini.

Kesederhanaan karena masih berada dalam masa sulit, dan keberkahan karena walaupun masa sulit tetap ada hal yang masih didapat.

Di Festival Kampung Tionghoa 2022 ini, panitia menyediakan berbagai aktivitas dan tradisi mengenang semarak Tahun Baru Imlek. Beberapa di antaranya adalah aktivitas membuat bunga teratai dari kertas sembahyang.

“Sebagai bentuk keberkahan dan kesehatan untuk pembuatnya, untuk hiasan juga dan sebagainya,” kata Listyo.

Empat theme table yang menghiasi semarak perayaan Festival Kampung Tionghoa 2022, Perayaan Imlek di Pecinan.

Theme table pertama ini membawa nuansa keceriaan imlek. Lengkap dengan pagoda berwarna merah serta nuansa Imlek yang kental pun sangat terasa.

Dengan barongsai, dan berbagai aktivitas yang umumnya dilaksanakan waktu tahun baru Imlek, theme table ini pun membawa kesan semarak yang megah.

“Pecinan ramai aktivitas imlek, ada barongsai, makanan malam Imlek, pasar malam dan ada tempat sembahyang untuk leluhur, ” kata Listyo.

Makanan Tradisi Imlek theme table kedua bernuansa makanan, dan memiliki bau sedap yang semerbak di seluruh ruangan. Pasalnya, theme table kedua ini juga diwarnai dengan beberapa makanan asli.

Dengan warna merahnya, theme table ini terdapat dimsum, kue ku (kue tempurung kura-kura merah), mie, kue kukus, tiga buah jeruk, ikan bandeng, permen, serta manisan segi delapan.

“Mengenalkan apa tradisi makanan saat imlek. Mie contohnya, berarti doa, panjang umur, kebahagiaan, serta kesuburan bagi yang belum punya anak. Manisan segi delapan menggambarkan hidup, ada manis asam asin kecut, macam-macam. Simbol kehidupan. Kalau makan manisan itu dipercaya panjang umur dan mengingatkan ragamnya tantangan dalam hidup,” papar Listyo.

Tradisi Sembahyang Leluhur Imlek, adalah tempat sembahyang yang juga diwarnai dengan beberapa kertas doa, dupa hio berbagai warna, kacang kwaci, serta ornamen lain. Satu di antaranya, bunga Teratai yang disusun dengan kertas doa.

“Simbolisme ini cukup beragam. Karena imlek itu momen untuk berdoa bersama keluarga, mengirimkan doa untuk leluhur. Jadi generasi muda yang mungkin sudah lupa, ya, jadi tahu,” tutur Listyo.

Perayaan Imlek Multikultur adalah theme table keempat yang bernuansakan Indonesia dengan mengangkat nilai multikultur.

“Poinnya di akulturasi budaya, karena tradisi tionghoa sudah menyatu di masyarakat jawa,” kata Listyo lagi.

Tema multikultur ini pun menghadirkan suasana seperti di Jogja, serta juga beberapa tempat yang sudah kental dengan nuansa Tionghoa yang bercampur baur dengan budaya Lokal.

Karena itu pada theme table ini dibawakan figur-figur tentara dan beberapa bawaan lokal yang dimiliki.

Stefanie Jessica Handoko, Mahasiswa Psikologi semester 4 sekaligus Ketua Festival Kampung Tionghoa 2022 menyampaikan pemilihan theme table multikultur ini yang paling membuat berkesan.

Pasalnya, keberagaman ornamen seperti prajurit, pohon sakura, barongsai, itu membawa kesan bahwa ada ramainya budaya di Indonesia.

“Jadi reminder bahwa Indonesia ini beragam, sebab kita sesama manusia harus kompak untuk menghindari konflik, supaya dunia jadi tempat yang lebih baik,” urai Stefanie.

Pada Festival Kampung Tionghoa 2022 ini juga terdapat dua permainan tradisional Tionghoa yang mengedepankan strategi dan melatih decision making, yakni: Luzhanqi dan Xianqi.(tok/iss/den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
28o
Kurs