Minggu, 3 Maret 2024

Vaksin Merah Putih Jadi Program Super Prioritas Jokowi

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Penekanan Tombol menandai pelaksanaan Uji Klinis Vaksin Merah Putih, Rabu(9/2/2022). Foto: Humas Unair

Khofifah Indar Parawansa Gubenur Jawa Timur memberikan apresiasinya kepada Universitas Airlangga (Unair) Surabaya atas terlaksananya Uji Klinis Vaksin Merah Putih. Ia berharap selanjutnya Vaksin Merah Putih memperoleh persetujuan dan pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang menetapkan Vaksin Merah Putih sebagai program super prioritas pemerintah,” kata Khofifah dalam sambutannya di acara Uji Klinis Vaksin Merah Putih, Rabu (9/2/2022).

Lehih lanjut, Khofifah menerangkan, Vaksin Merah Putih dikembangkan dengan platform inactive virus atau virus yang tidak aktif. Selanjutnya, uji klinik fase I dilakukan pada 9 Februari – 8 Maret 2022, uji klinis fase II akan dilakukan pada 11 Maret  2022 – 11 April 2023, dan uji klinis fase III akan dijadwalkan setelah lolos fase II kepada 5 ribu orang.

“Saya menyampaikan terima kasih dan selalu meminta support dari seluruh Forkopimda Jatim untuk menyiapkan para relawan bagi fase Uji Klinis demi tercapainya Vaksin Merah Putih dan dikembangkan bagi seluruh anak negeri bahkan dunia. Uji Klinis pertama ini merupakan bentuk Strong Partnership dan Strong Commitment kita semua,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan Uji Klinis Vaksin Merah Putih fase I telah dilakukan pada 90 orang subjek penelitian, disuntikkan sebanyak dua dosis dengan interval waktu 28 hari.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan RI yang secara virtual mengatakan Vaksin Merah Putih ini merupakan satu-satunya vaksin dalam negeri yang pengembangannya dimulai dari hulu di tahap peneletian hingga hilirnya atau di sisi produksi.

“Ini merupakan satu-satunya produksi inisiatif vaksin dalam negeri yang mulai dari awal. Banyak yang mengerjakan hanya dari sisi hilirnya saja, tapi yang memulai dari awal hingga produksi Ready to Use hanya dari Unair ini,” ujar Menkes Budi.

Terkait peruntukannya, Menkes RI juga berharap bahwa ke depannya bisa dipergunakan untuk vaksin Booster dan vaksin anak usia 3 tahun ke atas. Mengingat masih sedikit vaksin yang lolos uji klinis untuk anak-anak.

Oleh sebab itu, dirinya juga menyebut bahwa ini menjadi potensi besar bagi Indonesia.

“Presiden Joko Widodo berharap nantinya Vaksin Merah Putih bisa digunakan sebagai Vaksin Donasi Internasional. Utamanya bagi negara-negara muslim yang kesulitan mendapatkan vaksin dikarenakan status halal. Terlebih, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam G20 pada November mendatang,” tegasnya.(man/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs