Sabtu, 24 Februari 2024

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di sejumlah Perairan Indonesia

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Ilustrasi gelombang tinggi dan cuaca buruk di laut. Foto: bearfotos/Freepik

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 25-26 Agustus 2023.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” ujar Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Melansir Antara, ia mengatakan pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Eko mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Laut Banda, Laut Arafuru, dan perairan Merauke,” katanya.

Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kep. Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, perairan selatan P. Sumba, perairan P. Sawu-P. Rote-Kupang, Laut Sawu, Selat Karimata bagian selatan, dan perairan selatan Kalimantan.

Kemudian, Laut Jawa, perairan utara Madura-Kep. Kangean, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan timur Baubau-Kep. Wakatobi, perairan Manui-Kendari, perairan selatan Kep. Banggai-Kep. Sula, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan Bitung-Kep. Sitaro, Laut Seram, perairan selatan P. Buru-P. Seram, Laut Banda, perairan Kep. Sermata-Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan Sorong bagian selatan, perairan Fakfak-Amamapare.

Untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter, berpeluang terjadi di perairan barat Kep. Mentawai, perairan P. Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Jawa-P. Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa-NTT.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi, seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Kemudian, kapal feri (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter). (ant/dvn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs