Minggu, 25 Februari 2024

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi gelombang tinggi dan cuaca buruk di laut. Foto: bearfotos/Freepik

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir agar waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 21-22 Agustus 2023.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, di Jakarta, Senin (21/8/2023), seperti dilansir Antara.

Menurutnya, pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari selatan-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Arafuru,” ucapnya.

Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue-Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan P. Enggano-barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Samudra Hindia Barat Sumatera, perairan selatan Jawa-P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Barat, perairan Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Sawu, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata.

Kemudian, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kotabaru, Laut Sumbawa, perairan Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan Kepulauan Wakatobi, perairan Manui-Kendari, perairan selatan Kepulauan Sula, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Laut Seram bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku dan perairan Jayapura.

Sementara untuk gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter, berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah-NTT.

Maka itu, Eko Prasetyo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Kemudian, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter). (ant/dvn/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
31o
Kurs