Sabtu, 20 April 2024

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi pada 6-7 Mei di Perairan Indonesia

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Dokumen. Kapal nelayan melintas disaat cuaca buruk gelombang tinggi melanda perairan laut Selat Malaka kawasan pantai Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (7/9/2021). Foto: Antara

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga enam meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 6-7 Mei 2023.

“Diimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” kata Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Sabtu (6/5/2023).

Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias dan Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias,” paparnya, dikutip dari Antara.

Kondisi itu, lanjut dia, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan timur Pulau Simeulue, perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Enggano-barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan.

Kemudian perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan NTT.

Lalu, Laut Sawu, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Laut Banda bagian selatan, perairan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Kep. Aru, dan Laut Arafuru.

Untuk area perairan dengan gelombang tinggi di kisaran 2,5-4 meter yakni perairan barat Aceh dan perairan barat Kepulauan Nias.

Sedangkan area perairan dengan gelombang sangat tinggi di kisaran 4-6 meter yakni perairan barat Pulau Simeulue dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.

Eko Prasetyo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Kemudian, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Sabtu, 20 April 2024
32o
Kurs