Jumat, 14 Juni 2024

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi pada 5-6 Mei

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Peta potensi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (5/5/2023). Foto: Antara/ BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gelombang tinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 5-6 Mei 2023.

Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, mengatakan pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari timur laut-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Kepulauab Aru dan Laut Arafuru,” kata Eko dalam keterangannya, Jumat (5/5/2023) dikutip Antara.

Kondisi itu, lanjut dia, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan barat Pulau Simeulue-Kep. Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Pulau Jawa-Pulau Sumba, Samudra Hindia Selatan Jawa-NTT, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, perairan Pulau Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote.

Kemudian, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kendari, Teluk Tolo, perairan Kep. Banggai-Sula, perairan timur Kep. Wakatobi, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian selatan, perairan selatan Sulawesi Utara, perairan utara Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera-Jayapura, perairan selatan Pulau Buru-Ambon, Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru dan Laut Arafuru.

Untuk itu, Eko Prasetyo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Kemudian, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter). (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 14 Juni 2024
28o
Kurs