Senin, 4 Maret 2024

Faktor Manusia Dominasi Penyebab Kecelakaan di Sidoarjo, Polisi Minta Patuhi Aturan Lalu Lintas

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi Kecelakaan Motor. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Polresta Sidoarjo mencatat selama bulan Januari tahun 2023 telah terjadi sebanyak 233 kecelakaan lalu lintas.

Data Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka Lantas Polresta Sidoarjo mencatat jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia sebanyak 9 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 269 orang.

Bila dirinci berdasarkan jenis kendaraan yaitu 194 sepeda motor, 46 mobil, 1 bus, 2 kendaraan roda tiga dan 5 kendaraan tidak bermotor.

Kemudian dari faktor penyebab yaitu faktor manusia di antaranya lelah 68 kasus, ngantuk 21 kasus, melanggar Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 12 kasus, menyalip kendaraan tidak hati-hati 43 kasus, menyebrang tidak hati-hati 33 kasus, melawan arus 33 kasus.

Iptu Ony Purnomo Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo mengatakan, faktor kelalaian manusia mendominasi sejumlah kecelakaan di Kabupaten Sidoarjo.

“Paling banyak karena kelalaian, bisa tidak menjaga jarak saat merubah arah, tidak memperhatikan jarak yang cukup. Banyak juga kasus tidak berkendara tanpa helm dan kelengkapan mengemudi,” kata Ony saat dihubungi suarasurabaya.net, Sabtu (25/2/2023).

Data kecelakaan lalu lintas menurut faktor penyebab di bulan Januari 2022 dan 2023 di Sidoarjo. Sumber: Unit Laka Lantas Polresta Sidoarjo

Pihaknya mengimbau supaya warga berkonsentrasi penuh saat berkendara dan menaati peraturan lalu lintas sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Sudah jelas UU Aturan Lalu Lintas berkendara dalam keadaan konsentrasi penuh. Jangankan mabuk, merokok mengurangi konsentrasi mengemudi,” tegasnya.

Sementara terkait lokasi kecelakaan, ada yang terjadi di jalan nasional dan kabupaten. Sebagai antisipasi untuk menimalisir kecelakaan di blank spot seperti di Raya Taman, Krian dan di dalam kota seperti Lingkar Timur pihaknya meningkatkan patroli.

“Antisipasinya di jalan blank spot seperti Raya Taman, Krian, kota ini di Lingkar Timur karena spot jalan menyempit, berlubang, kurang penerangan kita sudah sampaikan ke jajaran untuk minimal patroli atau pasang spanduk awas daerah rawan kecelakaan,” pungkasnya.(dfn/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Senin, 4 Maret 2024
27o
Kurs