Minggu, 25 Februari 2024

Kemenhub Bentuk Posko Pemantauan Nataru di 264 Pelabuhan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Suasana bongkar muat penumpang kapal feri di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur. Foto: Antara

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut membentuk posko pemantauan sebanyak 264 pelabuhan untuk menjamin kelancaran pergerakan masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.

“Posko pemantauan di 264 pelabuhan Indonesia mulai 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. Posko-posko ini bertujuan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang,” kata Capt Antoni Arif Priadi Dirjen Perhubungan Laut, di Jakarta, Selasa (5/12/2023) dikutip Antara.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Kemenhub juga menyiapkan armada angkutan laut sebanyak 1.354 kapal, dengan kapasitas 242.069 penumpang.

Kemenhub juga memastikan seluruh armada kapal dalam keadaan laik laut, serta bahu-membahu dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh unit pelaksana teknis dan para nakhoda agar selalu memantau prakiraan cuaca yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, syahbandar atau atau kepala pelabuhan juga wajib melakukan penundaan keberangkatan kapal, apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat.

Mengingat libur Nataru kerap bersamaan dengan cuaca ekstrem, ia menginstruksikan agar fasilitas pelabuhan menjadi perhatian bagi para UPT dan operator.

Sedangkan perusahaan pelayaran diminta untuk dapat memperbarui info terkini jadwal kedatangan/keberangkatan kapal baik di pelabuhan atau melalui media sosial.

Sementara Capt Hendri Ginting selaku Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut mengungkapkan, bahwa Kemenhub akan mengoptimalkan potensi armada angkutan laut pada UPT di daerahnya masing-masing, terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik/balik sehingga dapat mengurangi terjadinya penumpukan penumpang.

Adapun untuk meningkatkan koordinasi, pihaknya akan selalu bersinergi dan melibatkan semua pihak terkait dalam manajemen keadaan darurat.

Hal tersebut diimplementasikan melalui pembaharuan rencana darurat secara teratur dan melibatkan pelatihan dan simulasi, serta memetakan lokasi kapal negara KPLP dan kenavigasian.

“Kami berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dengan persiapan ini, kami yakin arus mudik dan balik Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya. (ant/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
28o
Kurs