Senin, 22 Juli 2024

Indonesia Serukan Kesetaraan Akses Air Bersih di World Water Forum

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Basuki Hadimuljono Menteri PUPR memberi keterangan ketika ditemui setelah menghadiri upacara Segara Kerthi yang digelar di Bali, Sabtu (18/5/2024)> Foto: Antara Basuki Hadimuljono Menteri PUPR memberi keterangan ketika ditemui setelah menghadiri upacara Segara Kerthi yang digelar di Bali, Sabtu (18/5/2024)> Foto: Antara

Indonesia menyerukan kesetaraan akses terhadap air bersih di pulau-pulau kecil pada gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 2024 di Bali.

Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan sebagian besar negara kepulauan kecil memiliki permasalahan yang sama. Mulai dari keterbatasan sumber daya, urbanisasi, pertanian, keterpencilan, kerentanan terhadap bencana alam karena pusat ekonomi dekat garis pantai, dan lingkungan alam yang rentan.

“Di negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang, tantangan-tantangan ini semakin diperburuk oleh kurangnya sumber daya keuangan dan kapasitas teknis, sehingga mengganggu implementasi rencana ketahanan iklim,” kata Basuki dalam keterangannya di Badung, Bali, Kamis (23/5/2024) dilansir Antara.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, kata Basuki, maka penting untuk membangun dan memfasilitasi pemahaman berbasis pengetahuan mengenai dampak perubahan iklim terhadap negara-negara kepulauan kecil, pulau-pulau kecil, dan negara bagian.

“Pertemuan High Level Panel ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja sama dalam mendorong dan menerapkan pengelolaan sumber daya air terintegrasi di pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Sementara, Pahala Mansury Wakil Menteri Luar Negeri RI mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan akses air bersih merata di seluruh pulau, termasuk di pulau-pulau kecil.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci tercapainya tujuan aksesibilitas air bersih di pulau-pulau kecil.

“Melalui World Water Forum Ke-10 ini, Pemerintah Indonesia dan perwakilan delegasi dari negara yang hadir mempunyai komitmen dalam mendorong pemerataan akses air bersih untuk pulau kecil,” ujar Pahala.

Dalam kesempatan itu, Joanne Balentien Chief Financial Officer of the Water and Energy Company the Island of Bonaire mengatakan, bahwa Bonaire merupakan negara kepulauan yang sangat peduli terhadap akses air bersih.

Kehadiran World Water Forum Ke-10 diharapkan memberikan langkah nyata pada keberlangsungan sumber daya air di pulau kecil.

“World Water Forum Ke-10 ini menjadi sarana bersinergi di mana kita bisa saling bertukar pengalaman dan wawasan terkait air. Pemerintah Bonaire sendiri memastikan pemasangan pipa merata agar penduduk yang tinggal merasa aman dan bebas memakai dan mengkonsumsi air bersih,” katanya.

Adapun World Water Forum Ke-10 dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 18–25 Mei 2024 dengan tema besar ‘Air untuk Kesejahteraan Bersama’ atau Water for Shared Prosperity. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Senin, 22 Juli 2024
24o
Kurs