Minggu, 16 Juni 2024

Jamaah An-Nadzir Gowa Berlebaran Lebih Awal

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi jamaah An Nadzir

Jamaah An-Nadzir melaksanakan salat Idulfitri 1445 Hijriah di pelataran Masjid Al Muqaddis, Kampung Butta Ejayya, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (9/4/2024).

Salat Id tersebut berlangsung pukul 07.15 Wita yang dipimpin oleh Samiruddin Pademmui, pimpinan An-Nadzir sekaligus imam dan khatib. Prosesi ibadah juga dijaga aparat keamanan dari TNI/Polri agar berlangsung aman.

Jamaah laki-laki berada di pelataran masjid dengan menggunakan pakaian gamis dibalut sorban, sedangkan jamaah perempuan di dalam masjid dengan mengenakan pakaian berwarna hitam dengan cadar menutupi wajahnya.

Melansir Antara,  Samiruddin pimpinan An-Nadzir mengatakan, pelaksanaan shalat Id tersebut merujuk kepada hadis serta memiliki ilmu dan metodologi tersendiri, bahkan dibantu aplikasi khusus dalam menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah yang jatuh pada hari ini. Selain itu, patokan menentukan 1 Syawal tetap mengacu pada Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, jamaah An-Nadzir sangat menjunjung tinggi toleransi. “Kalau ada hal-hal yang memang melenceng dari syariat hukum, dan terutama melenceng dari pada Al Quran dan sunnah maka tentu perlu ditertibkan,” papar Samiruddin menegaskan kepada wartawan usai melaksanakan salat Id.

Menurut dia, boleh berbeda-beda tapi dasarnya harus jelas dan tidak boleh melenceng dari Al Quran dan sunnah. “Kalau fiqih itu boleh berbeda, juga metodologi dan lain sebagainya juga boleh berbeda. Sebab, An-Nadzir memiliki metodologi perhitungan sendiri yang diyakini benar dan ilmiah dalam menentukan awal bulan pada kalender hijriah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ilmu metodologi tersebut merupakan hasil pengajaran dari KH Syamsuri Abdul Madjid guru dan imam yang menjadi pedoman An-Nadzir. Pihaknya menyakini bahwa apa yang dilakukan adalah sesuatu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Meyakini kebenaran tentang itu, pengajaran dari guru dan imam, istiqamah melaksanakan itu. Saya kira tidak ada masalah. Begitu pun kami dengan yang lain (pemerintah),” tuturnya.

Seperti yang sudah sering disampaikan bahwa Jamaah An-Nadzir memiliki ilmu, metodologi dan tata cara sendiri dalam memantau dan menetapkan 1 Ramadan, 1 Syawal dan 10 Zulhijjah.

Sejauh ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah karena akan diumumkan melalui sidang isbat pada Selasa petang. (ant/azw/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Minggu, 16 Juni 2024
25o
Kurs