Sabtu, 20 April 2024

Pembangunan IKN Nusantara pada 10 Tahun ke Depan Diprediksi Tak Perlu APBN

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tower hunian untuk ASN-Hankam di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Foto: Humas Kementerian PUPR Tower hunian untuk ASN-Hankam di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Foto: Humas Kementerian PUPR

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memprediksi 10 tahun ke depan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Joko Widodo (Jokowi) Presiden, dan pengembangan pembangunannya tidak memerlukan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Prediksi kami, berkaitan ketertarikan investor terhadap Kota Nusantara terus mengalami peningkatan,” kata Agung Wicaksono Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN pada Minggu (3/3/2024), dikutip dari Antara.

Menurutnya, dalam kurun waktu enam bulan, investasi di IKN Nusantara mencapai lebih kurang Rp50 triliun, yang terhitung mulai periode September 2023 sampai dengan Februari 2024.

“Dan kami prediksi sepanjang tahun ini (2024) investasi yang masuk ke IKN Nusantara sekitar Rp55 triliun,” ujarnya lagi.

Sehingga perkiraan pencapaian investasi itu melebihi dari yang ditargetkan OIKN lebih kurang Rp100 triliun sampai akhir tahun ini.

Jika pencapaian investasi selama enam bulan itu diakumulasikan dalam jangka sepuluh tahun IKN Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Jokowi, kata dia, maka investasi akan mencapai lebih kurang Rp1.000 triliun.

“Kalau asumsi atau prediksi itu tepat dan benar, maka tidak diperlukan lagi dana APBN untuk pengembangan pembangunan Kota Nusantara,” ujarnya pula.

Pada tahun ini, kata dia lagi, China dan Malaysia akan tanamkan modal sektor properti di IKN Nusantara. Nilai keseluruhan investasi yang tercatat bakal direalisasikan kedua negara tersebut sekitar Rp40 triliun.

Kemudian investasi Ciputra Group juga akan direalisasikan pada tahun ini, dengan mengembangkan kota mandiri lengkap dengan sejumlah fitur, seperti perumahan, komersil, lapangan golf dan janapada di kawasan Kota Nusantara, namun nilai investasi belum diketahui.

Proyek pembangunan properti dari dua investor asing dan Ciputra Group itu masih dalam proses evaluasi studi kelayakan, ditargetkan mulai melakukan tender sekitar April 2024. (ant/azw/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Sabtu, 20 April 2024
32o
Kurs