Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan Jatim menunjuk enam SMA negeri sebagai penyelenggara, yakni SMAN 1 Kepanjen sebagai sekolah induk, serta SMAN Plus Sukowono, SMAN 1 Tosari, SMAN 4 Bangkalan, SMAN 4 Malang, dan SMAN 1 Ambunten sebagai sekolah mitra.
Program PJJ menyasar ATS berusia 16-18 tahun, anak putus sekolah, anak yang telah bekerja, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta anak dengan kondisi khusus yang tidak memungkinkan mengikuti pembelajaran secara rutin di sekolah.
Aries menjelaskan pembelajaran akan dilaksanakan dengan komposisi 30 persen secara sinkron melalui tatap muka daring dan 70 persen secara asinkron atau belajar mandiri.
Peserta juga akan memperoleh modul pembelajaran, bantuan kuota internet, akun Belajar.id, akses Learning Management System (LMS), pendampingan guru, serta ijazah yang setara dengan sekolah reguler.
“Harapannya semakin banyak siswa yang mengikuti program ini sehingga jumlah anak tidak sekolah dapat terus berkurang,” ucapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

