Berdasarkan jenisnya, lima jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah residu lainnya sebanyak 50,16 ton atau 53,35 persen, popok 30,51 ton atau 32,44 persen, organik lainnya seperti daun dan bangkai hewan 3,5 ton atau 3,73 persen, organik kayu, ranting dan batok kelapa sekitar 3 persen, serta plastik kresek sebanyak 2,3 ton.
Data tersebut menunjukkan persoalan sampah di Kali Tebu tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi sampah rumah tangga berupa residu dan popok juga menjadi bagian terbesar dari sampah yang masuk ke aliran sungai.
Ia mengatakan, data pemilahan diperlukan untuk mengetahui jenis sampah yang masuk ke Kali Tebu. Dengan demikian, upaya penanganan dapat diarahkan tidak hanya pada pembersihan sungai, tetapi juga pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Karakteristik dan komposisi sampah di Kali Tebu bisa mendorong solusi penyelesaian masalah harus dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan,” ucapnya.
Untuk mencegah sampah terus terbawa aliran Kali Tebu menuju laut, Ecoton melalui program MOZAIK memasang pencegat sampah atau trashboom di sejumlah titik.

NOW ON AIR SSFM 100

