Senin, 11 Mei 2026

1,4 Ton Sampah Plastik Kembali Dievakuasi dari Kali Tebu Surabaya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pengangkutan sampah di Kali Tebu Surabaya, Senin (11/5/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Yayasan Konservasi Lahan Basah, Eological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama sejumlah relawan serta mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas IsIam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali mengangkut sampah plastik sebanyak 1,435,1 Kg dari Kali Tebu, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya, pada Senin (11/5/2026).

Amiruddin Muttaqin Manager Program Bersih-bersih Sampah Kali Tebu bertajuk Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik) sekaligus peneliti senior Ecoton menyatakan, jumlah sampah yang dievakuasi lebih banyak dibanding evakuasi sebelumnya.

“Kalau yang kemarin itu kita pasang 24 jam menghasilkan 907 kilogram sampah. Hari ini sama, kita pasang lagi selama 24 jam dan kita bersihkan, ini lebih dari yang kemarin,” katanya.

Sejumlah relawan memungut sampah menggunakan wadah jaring di Kali Tebu Surabaya, pada Senin (11/5/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Evakuasi sampah di Kali Tebu Surabaya itu, dilakukan dengan memasang trash barrier untuk menghentikan laju sampah yang terseret arus di sungai tersebut.

Pemasangan trash barrier yang kembali menghasilkan tumpukan sampah di Kali Tebu Surabaya itu, rencananya akan dipasang secara permanen, agar masyarakat mengetahui kondisi sungai yang sebenarnya.

“Trash barrier ini akan dipasang secara permanen di sini selama satu tahunan, mungkin dan seterusnya. Supaya masyarakat juga tahu bahwa Kali Tebu ini ternyata masih dipenuhi sampah dan dijadikan tempat pembuangan sampah,” ucapnya.

Sampah memenuhi Kali Tebu Surabaya, pada Senin (11/5/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ia menambahkan, sampah yang berhasil diangkut nantinya akan dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara untuk dipilah sesuai jenisnya. Selain itu, Mozaik juga akan melakukan brand audit terhadap sampah yang ditemukan.

“Sampah ini akan kita bawa ke TPS untuk kita sortir, mana yang residu, mana yang organik, mana yang bisa dimanfaatkan atau dijual kembali. Kami juga melakukan brand audit untuk mengetahui merek-merek sampah yang ada,” katanya.

Sejumlah botol plastik dalam evakuasi sampah di Kali Tebu Surabaya, pada Senin (11/5/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Amiruddin menyebut monitoring trash barrier dilakukan setiap hari, sedangkan proses evakuasi sampah direncanakan berlangsung dua hari sekali secara berkelanjutan.

Ia berharap pemasangan alat tersebut bisa menekan sampah yang masuk ke laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.

“Semaksimal mungkin kami menghalangi sampah supaya tidak masuk ke laut. Kami menghimbau masyarakat di Surabaya Utara, khususnya di enam kelurahan seperti Kapas Madya, Simokerto, Sidotopo Wetan, Kali Kedinding, Tambak Wedi, dan Bulak Banteng untuk menjaga Kali Tebu dan tidak menjadikannya tempat pembuangan sampah,” pungkasnya.(ris/iss/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
31o
Kurs