“Silakan Pak Inspektur kasih pendampingan. Biarkan nanti teman-teman kepala sekolah ini betul-betul mendapat pendampingan dalam program perbaikan yang ada di sekolahnya agar selesai dengan baik. Tidak ada urusan dan masalah dengan APH,” ucapnya.
Subandi menegaskan, pengisian jabatan kepala sekolah kali ini bebas titipan dan gratifikasi. Jika terbukti ada gratifikasi, Subandi menyatakan sanksi tegas akan diberikan.
“Kalau sampai terjadi ada gratifikasi, akan kita berhentikan. Satu sebagai ASN. Yang kedua sebagai guru. Ini penting karena Panjenengan semua adalah pembangun generasi. Masa depan anak kita bergantung Panjenengan,” ucapnya.
Sementara itu, Netti Lastiningsih Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo mengatakan, dari 254 kepala sekolah, sebanyak 90 kepala SD negeri merupakan hasil promosi, sedangkan lainnya bergeser tempat dan tetap menjabat sebagai kepala sekolah.
Untuk SMP negeri, terdapat 12 kepala sekolah hasil promosi dan 15 lainnya dimutasi ke sekolah lain.

NOW ON AIR SSFM 100

