Senin, 8 Juni 2026

43 Tahun Suara Surabaya, SS Media Apresiasi Driver Taksi Online yang Cancel Orderan Demi ABK

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tim Suara Surabaya bersama Widya Hani Nugroho seorang driver taksi online asli Surabaya yang membantu mempertemukan seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang sempat hilang, dengan ibunya di kawasan ITC Mall Surabaya, Senin (8/6/2026). Foto: Ananda suarasurabaya.net

Dalam rangka memperingati 43 Tahun Suara Surabaya, Suara Surabaya (SS) Media kembali mengapresiasi para pendengar yang selama ini aktif berkontribusi membantu sesama di Kota Surabaya, melalui laporan-laporan yang disampaikan.

Kali ini, apresiasi diberikan kepada Widya Hani Nugroho seorang driver taksi online asli Surabaya yang membantu mempertemukan seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang sempat hilang, dengan ibunya di kawasan ITC Mall Surabaya, Jawa Timur, pada 25 Maret 2026 lalu.

Inung sapaan akrabnya menceritakan, saat itu sedang memonitor siaran Radio Suara Surabaya pada sore hari. Saat itu, kebetulan ia mendengarkan laporan seorang ibu yang kehilangan anaknya, yang merupakan seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) bernama Brian di sekitar kawasan Surabaya Utara.

Setelahnya, hanya berselang sekitar satu-dua jam setelah informasi tersebut mengudara, Inung yang sedang melintas di kawasan Ampel melihat ada seorang anak dengan gelagat dan ciri-ciri fisik yang identik dengan informasi di radio.

“Waktu di daerah Ampel itu saya pas lewat loh kok ciri-ciri yang di bilang sama penyiarnya, sama ibunya itu. Kok sama, tapi saya belum lihat fotonya. Kan enggak tahu kan di mobil kan. Iya feeling aja. Pakai kaos terus perawaannya agak gemuk gitu, umurannya gitu. Terus akhirnya saya berhenti,” kenang Inung menceritakan ulang kepada tim Suara Surabaya yang mengunjunginya, Senin (8/6/2026).

BACA JUGA: Tidak Sampai 30 Menit, Anak Berkebutuhan Khusus yang Hilang di ITC Ditemukan Pendengar SS

Saat mencoba memastikan, Inung memanggil nama anak tersebut berulang kali. Respons tak terduga langsung terjadi di lokasi kejadian. “Saya panggil-panggil sampai empat kali namanya, tiba-tiba masuk mobil saya. Langsung masuk mobil saya,” ucapnya.

Dilema pun sempat menghampiri Inung. Tepat ketika Brian masuk ke mobilnya, sistem aplikasi taksi online miliknya berdering karena orderan masuk, dengan jarak jemput penumpangnya hanya 100 hingga 200 meter dari lokasi ia menemukan Brian.

Inung langsung berkomunikasi dengan calon penumpangnya soal situasinya. Tapi, karena calon penumpangnya membawa balita, mereka keberatan untuk menunggu lebih lama. Tanpa pikir panjang, Inung memilih membatalkan orderan demi mengantar Brian ke pos polisi terdekat dan mengabari Tim Gate Keeper Radio Suara Surabaya.

“Saya bilang ‘anak ini dicari anak ini yang Brian ini dicari ibunya. Sudah satu jam lebih kehilangan ibunya’.  Tapi ibunya (calon penumpang) enggak mau (nunggu). Ya sudah ‘kalau gitu kalau enggak mau gimana? Apa saya batalkan saja ya? Soalnya saya ini kasihan ini anak ini. Ini ya apa ya anak kebutuhan khusus. Pasti ibunya khawatir juga’. Ya sudah saya batalkan orderan itu. Buat nganterin adiknya ini,” tuturnya menceritakan komunikasinya dengan calon penumpang saat itu.

Inung pun langsung mengantarkan Brian ke Pos Polisi ITC Surabaya. Di sana, sang ibu bersama petugas kepolisian sudah menunggu dengan cemas. Tapi, saat sudah sampai di lokasi, Brian sempat enggan keluar dari mobil taksi online milik Inung hingga harus dibujuk secara personal.

“Si Brian itu awalnya enggak mau turun dari mobil. Enggak mau. Terus saya rangkul nih. Saya masuk mobil saya rangkul. ‘Ayo, kasihan mamamu nunggu. Ayo ayo.’ Akhirnya mau keluar. Pertama enggak mau keluar dia. Gitu-gitu. Cuman bahasa isyarat gitu. Saya bawa itu. Saya rangkul gitu. Ayo keluar,” cerita Inung dengan nada haru.

Bagi Inung, keputusannya menolong tidak lepas dari kedekatan emosional personalnya setiap kali berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus di ruang publik.

“Ya kalau saya itu kalau melihat anak yang seperti itu yang ABK gitu itu memang apa ya? Kayak kepingin dekat gitu loh saya itu. Kepingin dekat, kepengin kamu perlu apa yang saya bisa bantu,” ungkapnya.

Terakhir, ia berharap tema ulang tahun ke-43 Radio Suara Surabaya, “Nyala Terus”, sebagai alarm pengingat bagi seluruh warga kota untuk menjaga api kepedulian di tengah kehidupan sosial sehari-hari.

“Ya intinya kalau untuk sehari-hari ya harus. Semangatnya itu harus menyala terus. Semangat kebaikan itu harus menyala terus. Itu aja sih. Insyaallah nanti dapat hikmahnya lah,” ucapnya.

Ia juga menyelipkan doa dan harapan agar Radio Suara Surabaya tetap konsisten menjadi wadah informasi dan kemanusiaan yang dampaknya dirasakan hingga lintas negara.

“Selamat ulang tahun buat Suara Surabaya yang ke-43 ya. Nah, semoga tetap jaya, tetap eksis, tetap tetap mengasih informasi yang yang update ya. Tetap berjaya, tetap menyala terus untuk kebaikan buat para penyiar dan kru seluru di Radio Suara Suara Surabaya tetap semangat dan selalu diberi kesehatan dan rezeki,” pungkasnya. (bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Senin, 8 Juni 2026
30o
Kurs