Menurut Gus Wahid, keluhan yang dialami antara lain diare, muntah, pusing, dan sakit perut. Evakuasi dilakukan secara bertahap mulai Senin pagi hingga malam, kemudian berlanjut pada Selasa (8/9/2026).
Sejumlah santri dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS DKT Sidoarjo.
Gus Wahid mengatakan, ada santri yang sudah diperbolehkan kembali ke pondok pada Selasa dini hari. Namun, pihak pesantren menyarankan agar orang tua membawa pulang santri yang kondisinya belum benar-benar pulih.
“Selagi belum benar-benar tuntas, orang tuanya kita info untuk dibawa pulang. Tapi sebagian, tidak semuanya,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar santri yang harus kembali mendapatkan penanganan medis merupakan siswa jenjang SMP dan SMA atau sederajat MTs dan MA.

NOW ON AIR SSFM 100

