Lebih dari setengah juta warga Palestina di Tepi Barat tetap menggunakan hak pilihnya dalam pemilu lokal 2026, meski menghadapi berbagai tantangan seperti tekanan ekonomi, serangan pemukim ilegal, hingga pembatasan dari Zionis Israel.
Melansir laporan kantor berita WAFA, Minggu (26/4/2026), Komisi Pemilihan Umum Palestina mencatat sebanyak 512.510 pemilih memberikan suara, dengan tingkat partisipasi mencapai 53,44 persen. Angka ini relatif sejalan dengan pemilu lokal sebelumnya pada 2021.
Fareed Taamallah Juru Bicara Komisi Pemilihan Pusat Palestina, menyebut partisipasi tersebut menunjukkan komitmen kuat masyarakat terhadap proses demokrasi, sekaligus menandakan minimnya respons terhadap seruan boikot.
Omar Rahhal Direktur Shams Center for Human Rights and Democracy Media, menilai tingginya partisipasi menjadi bukti bahwa warga Palestina tetap mendukung demokrasi dan penggunaan hak konstitusional mereka.
Ia menambahkan, tingkat partisipasi tersebut mencerminkan kesadaran publik serta tekad masyarakat untuk tetap mengelola urusan mereka secara mandiri, sekaligus menunjukkan aspirasi terhadap kebebasan dan pemerintahan yang demokratis.
Menurut Rahhal, pemilu ini berlangsung di tengah kondisi sulit. “Termasuk serangan pemukim, perampasan lahan, dan tekanan ekonomi. Namun demikian, masyarakat tetap mampu menyuarakan pilihan mereka,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa pemilu lokal tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga berperan dalam memperkuat ketahanan masyarakat, mendorong pembangunan, serta membuka peluang kerja melalui investasi di tingkat kota, desa, dan wilayah lokal.
Lebih lanjut, pemilu ini dinilai mengirimkan pesan kepada komunitas internasional bahwa Palestina mampu menjalankan pemerintahan sendiri dan membutuhkan dukungan untuk mewujudkan hak menentukan nasib sendiri, termasuk pembentukan negara merdeka.
Komisi Pemilihan Pusat Palestina memastikan proses pemungutan suara berakhir pada pukul 19.00 waktu setempat dan berjalan lancar tanpa pelanggaran besar. Penghitungan suara langsung dimulai di tempat pemungutan suara dengan pengawasan kandidat, pemantau, serta jurnalis.
Hasil resmi pemilu dijadwalkan akan diumumkan dalam konferensi pers di Al-Bireh pada, Minggu waktu setempat. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
