Hasil investigasi menunjukan abu vulkanik telah masuk dan menempel pada keempat mesin pesawat. “Sebaran abu vulkanik ini tidak terdeteksi radar pesawat karena radar dirancang untuk mendeteksi uap air, sementara abu vulkanik Galunggung tersebut kering,” kata Amien.
Amien menjelaskan, pada periode tersebut Gunung Galunggung sedang mengalami erupsi eksplosif. Salah satu erupsinya menghasilkan kolom letusan hingga sekitar 20 kilometer dan bergerak ke arah barat.
“Kolom erupsi ini memotong rute yang dilalui British Airways BA009,” terang Amien.
Kondisi itulah yang membuat abu vulkanik berbahaya untuk penerbangan. Pesawat bisa saja memasuki awan abu meskipun radar cuaca tidak menunjukkan gangguan seperti awan hujan.
Menurut Amien, ketika partikel abu terisap ke dalam mesin, material tersebut melewati ruang pembakaran dengan temperatur sangat tinggi. Setelah meleleh, material itu dapat menempel pada bagian dalam mesin, termasuk turbin, sehingga mengganggu proses aliran udara dan kerja mesin.

NOW ON AIR SSFM 100

