
Menurut data yang dipaparkannya, sekitar satu dari 50 orang diperkirakan memiliki aneurisma yang belum pecah. Sementara angka kejadian aneurisma yang pecah berada pada kisaran 8–10 kasus per 100.000 orang setiap tahun.
Ketika aneurisma pecah, perdarahan subarachnoid yang terjadi dapat menyebabkan dampak serius. Tingkat fatalitasnya disebut dapat mencapai 50 persen, sedangkan sekitar 70 persen pasien yang selamat berisiko mengalami defisit neurologis permanen.
Risiko pecahnya aneurisma dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ukuran dan bentuk aneurisma, lokasi, kebiasaan merokok, hipertensi yang tidak terkontrol, serta faktor jenis kelamin dan ras tertentu.
Dalam kuliah tersebut, Prof. Groen juga menjelaskan dua pendekatan utama yang digunakan dalam penanganan aneurisma intrakranial, yakni bedah mikro dan tindakan endovaskular.

NOW ON AIR SSFM 100

