Rabu, 23 September 2026

Aneurisma Otak Bisa Jadi “Bom Waktu”, Prof. Groen Bahas Teknologi Penanganannya

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Kuliah tamu bertajuk “Current Treatment of Intracranial Aneurysms” itu menghadirkan Prof. Rob J.M. Groen, MD., Ph.D., guru besar dan pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda, di FK Unair, Senin (21/9/2026). Foto: FK Unair

Suasana kuliah tamu bertajuk “Current Treatment of Intracranial Aneurysms” yang menghadirkan Prof. Groen, guru besar dan pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda di FK Unair, Senin (21/9/2026). Foto: FK Unair

Menurut data yang dipaparkannya, sekitar satu dari 50 orang diperkirakan memiliki aneurisma yang belum pecah. Sementara angka kejadian aneurisma yang pecah berada pada kisaran 8–10 kasus per 100.000 orang setiap tahun.

Ketika aneurisma pecah, perdarahan subarachnoid yang terjadi dapat menyebabkan dampak serius. Tingkat fatalitasnya disebut dapat mencapai 50 persen, sedangkan sekitar 70 persen pasien yang selamat berisiko mengalami defisit neurologis permanen.

Risiko pecahnya aneurisma dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ukuran dan bentuk aneurisma, lokasi, kebiasaan merokok, hipertensi yang tidak terkontrol, serta faktor jenis kelamin dan ras tertentu.

Dalam kuliah tersebut, Prof. Groen juga menjelaskan dua pendekatan utama yang digunakan dalam penanganan aneurisma intrakranial, yakni bedah mikro dan tindakan endovaskular.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 23 September 2026
31o
Kurs