Pada bedah mikro, dokter dapat melakukan clipping dengan menjepit bagian leher aneurisma agar aliran darah tidak lagi masuk ke kantong aneurisma. Teknik lainnya meliputi wrapping, trapping, hingga bypass untuk kasus tertentu.
Teknik microsurgical clipping tersebut memiliki sejarah panjang dalam bedah saraf dan telah digunakan sejak Walter E. Dandy memperkenalkannya pada 1937.
Sementara itu, pendekatan endovaskular dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah hingga mencapai lokasi aneurisma. Dokter kemudian dapat menggunakan sejumlah teknologi, seperti coiling dengan kawat platinum, stent, maupun flow diverter untuk mengurangi aliran darah menuju aneurisma.
Prof. Groen menyebut tindakan endovaskular kini mencakup sekitar 60–75 persen kasus yang ditangani secara global. Sementara microsurgical clipping berada pada kisaran 25–40 persen.
Pemilihan metode, kata dia, tetap bergantung pada karakteristik aneurisma, termasuk lokasi dan bentuknya, kondisi neurologis pasien, serta pengalaman tim medis.

NOW ON AIR SSFM 100

