Kamis, 20 Agustus 2026

Anggota DPR RI Desak Pemerintah Bebaskan 9 Anak Perempuan yang Disandera di Papua

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Anggota OPM (HK) yang menyerahkan diri kepada pihak TNI dan pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat, Selasa (14/1/2025). Foto: Antara/ TNI AD

Dia menambahkan, perempuan dan anak-anak serta remaja merupakan kelompok rentan yang kerap menjadi korban dalam situasi konflik, sehingga keselamatannya harus menjadi prioritas.

Legislator asal Riau itu juga meminta agar seluruh upaya pembebasan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan para sandera.

“Yang paling utama adalah bagaimana sembilan anak ini bisa kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat. Jangan sampai langkah penanganan justru membahayakan para sandera. Karena itu, seluruh aparat dan pihak terkait harus bekerja secara terpadu dengan perhitungan yang matang, tetapi tetap bergerak cepat,” katanya.

Mafirion meminta pemerintah menunjukkan komitmen dan ketegasan untuk menghentikan mata rantai kekerasan yang seolah tidak pernah putus di wilayah Papua. Menurutnya, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prinsip utama dalam penanganan konflik bersenjata.

Diberitakan sebelumnya, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dilaporkan selain terlibat kontak tembak dengan aparat TNI, juga menyandera sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kepolisian telah mengonfirmasi bahwa seluruh korban penyanderaan merupakan perempuan berusia 13 hingga 18 tahun.(kir/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
31o
Kurs