“Kedua pihak membahas prinsip-prinsip umum dan mekanisme praktis untuk mengatur navigasi yang aman di Selat Hormuz,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa dialog mengenai keamanan navigasi di Selat Hormuz telah menunjukkan kemajuan, meskipun kondisi di kawasan tersebut belum mengalami perubahan signifikan.
Di sisi lain, laporan Axios menyebut militer AS masih menyiapkan sejumlah rencana darurat apabila konflik kembali meningkat, meski Presiden Donald Trump belum memberikan perintah untuk melancarkan operasi militer baru.
Mengutip sejumlah sumber, Axios melaporkan Trump memutuskan menghentikan serangan lanjutan pada Jumat (24/7/2026), sekaligus mengakhiri rangkaian operasi militer yang berlangsung selama 13 hari berturut-turut.
Meski serangan dihentikan sementara, sumber tersebut menyebut Pentagon tetap mempertahankan kesiapan militer sebagai langkah antisipasi apabila situasi kembali memburuk.
Penghentian operasi ini dinilai menjadi sinyal bahwa Washington masih membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, meskipun opsi militer tetap berada di atas meja apabila perundingan tidak membuahkan hasil. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

