Dilansir dari Antara, kekuatan unsur udara bertambah satu armada dibandingkan hari sebelumnya. Dari semula lima armada, kini enam armada dikerahkan setelah pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara dilibatkan dalam pencarian.
Enam armada udara tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS 1310 TNI Angkatan Laut, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, serta pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.
Sementara itu, 17 armada laut ikut menyisir wilayah operasi pencarian. Armada tersebut antara lain KN SAR Laksmana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Buoyancy Boat (RBB), KRI Nala, dan KRI Pulau Fani.
Sejumlah armada lainnya yang turut dikerahkan yakni KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, serta TB Transcoal Pacific.
Syafii mengatakan strategi operasi SAR dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Rencana pencarian tidak selalu dapat dijalankan secara persis seperti skenario awal karena dipengaruhi cuaca dan dinamika wilayah operasi.








