Rabu, 16 September 2026

Basarnas Kerahkan 23 Armada dan 1.000 Personel Cari 129 Korban KM Virgo Transport 8

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Mohammad Syafii Kepala Basarnas (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: Antara

Basarnas memperkuat operasi pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa pada Selasa (15/9/2026).

Sebanyak 23 armada udara dan laut serta lebih dari 1.000 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut.

Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan, strategi pencarian diperkuat dengan memaksimalkan penyisiran melalui udara dan permukaan laut.

Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR juga dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian.

“Operasi hari ketiga ini kita tetap melibatkan unsur udara, unsur laut, dan seluruh personel yang bergabung. Kita akan memperkuat SAR udara dengan memaksimalkan SAR di atas permukaan laut,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.

Dilansir dari Antara, kekuatan unsur udara bertambah satu armada dibandingkan hari sebelumnya. Dari semula lima armada, kini enam armada dikerahkan setelah pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara dilibatkan dalam pencarian.

Enam armada udara tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS 1310 TNI Angkatan Laut, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, serta pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.

Sementara itu, 17 armada laut ikut menyisir wilayah operasi pencarian. Armada tersebut antara lain KN SAR Laksmana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Buoyancy Boat (RBB), KRI Nala, dan KRI Pulau Fani.

Sejumlah armada lainnya yang turut dikerahkan yakni KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, serta TB Transcoal Pacific.

Syafii mengatakan strategi operasi SAR dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Rencana pencarian tidak selalu dapat dijalankan secara persis seperti skenario awal karena dipengaruhi cuaca dan dinamika wilayah operasi.

“Pelaksanaan operasi SAR dapat menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Syafii.

Hingga Selasa pukul 22.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan dan seluruhnya berhasil dievakuasi ke Banjarmasin. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia.

Dengan total 243 orang di dalam KM Virgo Transport 8, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026). (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
31o
Kurs