Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan pencarian rombongan wartawan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, akan dioptimalkan selama tujuh hari atau sepekan. Rombongan itu diketahui hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan, pelaksanaan operasi selama tujuh hari mengacu pada pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).
“Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,” jelas Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9/2026) yang dikutip Antara.
Memasuki hari ketiga pencarian, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus memperluas area operasi. Pencarian di laut kini dibagi menjadi enam sektor, setelah pada hari pertama mencakup tiga sektor dan hari kedua lima sektor.
Sedikitnya 11 kapal utama juga dikerahkan dari berbagai unsur, mulai KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal Basarnas, hingga kapal pendukung dari potensi SAR lainnya. “Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan,” ucapnya.
Syafii menegaskan pemerintah akan memaksimalkan operasi pencarian sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
“Kita sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi,” kata dia. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

