Rabu, 16 September 2026

Basarnas Tegaskan Pola Pencarian KM Virgo 8 Berubah Sesuai Arus

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Mohammad Syafii Kepala Basarnas (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam. Foto: Antara

Basarnas menegaskan pola pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa tidak sama setiap hari. Hal ini karena disesuaikan dengan pergerakan arus, hasil perhitungan teknis, dan kondisi lapangan.

Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan, seluruh operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan berdasarkan ketentuan internasional serta dasar legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Operasi yang kita lakukan ini mengacu pada dasar ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh internasional. Pola pencarian tidak pernah sama setiap hari karena tim menyesuaikan operasi dengan berbagai faktor lapangan,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.

Pada hari pertama, pencarian dilakukan di delapan sektor berdasarkan koordinat yang telah ditentukan. Sementara pada hari kedua dan ketiga, pencarian masing-masing dilakukan di enam sektor.

Menurut Syafii, lokasi sektor dapat bergeser mengikuti hasil perhitungan dan perkembangan kondisi lapangan.

Perubahan sektor diperlukan karena pergerakan arus dapat memengaruhi datum atau titik acuan pencarian.

Dengan penyesuaian tersebut, tim SAR dapat memperluas atau menggeser area penyisiran untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang kemungkinan terbawa arus dari lokasi awal kecelakaan.

Meski sektor pencarian berubah, tim SAR tetap menyisir area di sekitar bangkai kapal. Basarnas memperkirakan masih terdapat kemungkinan korban keluar dari badan kapal setelah operasi sebelumnya sehingga kawasan di sekitar bangkai tetap menjadi bagian penting dalam strategi pencarian.

“Jadi, saya pastikan operasi tidak akan pernah sama, apalagi memang kita sudah menggunakan aplikasi,” ujar Syafii dilansir dari Antara.

Syafii juga menegaskan setiap keputusan dalam operasi SAR memiliki dasar teknis dan hukum.

Termasuk rencana membalikkan kapal maupun mengangkat bangkai KM Virgo Transport 8 yang tidak akan dilakukan tanpa melalui berbagai pertimbangan.

Ia mengatakan Basarnas menjalani audit oleh International Maritime Organization (IMO) setiap tahun.

Karena itu, pelaksanaan operasi SAR, kata dia, mengacu pada ketentuan internasional dan legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bukan berarti kita mencoba untuk mengikuti segala macam informasi atau saran-saran. Apa yang kita lakukan pasti mengacu pada dasar-dasar legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” katanya.

Basarnas juga mengimbau masyarakat dan keluarga korban memperoleh informasi mengenai perkembangan operasi langsung dari Basarnas.

Masyarakat juga diminta memberikan dukungan doa agar kondisi cuaca dan situasi lapangan memungkinkan seluruh upaya pencarian berjalan dengan baik.

Hingga Selasa (15/9/2026) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 korban KM Virgo Transport 8 telah ditemukan dan seluruhnya berhasil mendarat di Banjarmasin.

Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026). (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
32o
Kurs