Ragam kuliner legendaris hingga unik menjadi daya tarik di gelaran Bank Jatim Soerabaja Festival yang digelar di Balai Kota Surabaya.
Salah satunya Rujak Cingur Sedati milik Bu Nur Aini yang sudah berjualan hampir 30 tahun. Keunikannya terletak pada bumbu yang diracik dari tujuh macam petis dan cobek jumbo yang bisa digunakan untuk 75 porsi.
“Ada petis udang, petis ikan, ada petis tambar, petis ikan itu ada dua macam. Udangnya ada tiga macam,” ujar Nur Aini, Sabtu (26/9/2026).
Di festival ini ia menjual dengan harga khusus yakni, Rp30 ribu per porsi, dari harga normal yang biasanya bisa dijual dengan harga Rp40-50 ribu.
Sejak dibuka pukul 16.00 WIB, Aini menyebut sudah menjual puluhan porsi.

Selain rujak cingur, ada juga STMJ racikan Pak Tejo yang berbeda karena memakai jahe emprit dan rempah herbal.
STMJ Pak Tejo menyajikan menu original dengan harga Rp8 ribu dan herbal Rp10 ribu. Ia juga punya menu paling spesial yakni STMJ telur angsa seharga Rp90 ribu.
“Kalau pelanggan mau bawa telur sendiri, nggak apa-apa, nanti akan saya buatkan racikan jamunya,” katanya pada suarasurabaya.net.
Selanjutnya, di Bank Jatim Soerabaja Festival juga ada sate kelapa milik Pak Ismaji.
Pak Ismaji, menyajikan sate ayamnya spesial tanpa kulit dan dilumuri kelapa. Sedangkan sate daging, disajikan memakai daging paha belakang dengan lemak yang tidak “ngendal” di mulut.
Satu porsi sate, berisi 5 tusuk plus nasi yang dijual dengan harga Rp20 ribu.
Selain makanan, ada juga sajian minuman tradisional yakni, Dawet Ireng milik Ibu Adma.
Dawet ini disajikan tanpa santa melainkan diganti dengan krimer yang lebih rendah dan aman bagi penderita kolesterol.
Selain itu, isian cendol hitak dalam sajian ini dibuat dari tepung sagu aren dan tepung oman, serta ditambah dengan gula jawa asli dari Purworejo.

Tak ketinggalan kuliner khas Suroboyoan yakni, Semanggi Ibu Nunuk Hendrayanti yang juga diserbu pembeli. Keistimewaannya semua diproduksi sendiri mulai dari bumbu hingga kerupuk.
“Bumbunya itu dari telah, terus kasih kacang, kasih bumbu-bumbu bawang. Dari mulai bumbu sampai goreng kerupuk itu semua kita yang membuat sendiri semua,” ujar Nunuk.
Ia mengaku antusias pembeli meningkat dibanding hari pertama. Dari tiga tepak yang dibawa, masing-masing isi 25 porsi, sudah terjual lebih dari 50 porsi dan tinggal satu tepak.
“Alhamdulillah kemarin juga sudah bagus, hari ini lebih bagus lagi,” katanya.
Satu porsi Semanggi dengan 2 kerupuk dijual Rp20 ribu, sama dengan harga di outlet. Untuk puncak acara lari besok, ia akan buka sebelum jam 5 pagi hingga jam 12 siang. (fia/kir/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

