Kamis, 23 April 2026

Besok, Menaker Bakal Umumkan Skema Sertifikasi BNSP Peserta Program Magang Nasional

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Yassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jumat (24/4/2026) besok, akan mengumumkan skema sertifikasi sekaligus proses verifikasi yang diperlukan peserta program Magang Nasional (MagangHub) untuk mendapatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Yassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengatakan pengumuman bakal bertepatan dengan selesainya program Magang Nasional Batch 1 pada Jumat (24/4/2026).

“Sedang sekarang kita jadi program magang itu magangnya selesai tanggal 24 hari Jumat besok. Jadi besok itu kita ada penutupan batch 1 sekaligus kita mengumumkan ada fase sertifikasi. Jadi sesudah magang selesai ada fase sertifikasi selama satu sampai satu setengah bulan. Nah, besok-besok kita umumkan kepada para peserta magang apa skema-skema sertifikasi verifikasi yang mereka bisa ambil,” kata Yassierli di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026).

Pihak Kemnaker, kata dia, juga akan memberikan pengarahan soal lokasi sertifikasi dan apa saja syarat yang diperlukan oleh peserta.

“Jadi tidak selesai batch satunya, kemudian bubar, tapi kami di Kemnaker kita mengawal sertifikasi selama 1-2 bulan ini ke depan ya. Jadi itu rencana kita, sambil mereka sudah ada yang diterima di tempat kerja, datanya menyusul. Masih ada yang kemudian mencari lowongan pekerjaan dan paralel dengan itu kita siapkan skema sertifikasi BNSP-nya,” pungkasnya.

Sebelumnya Kemnaker menyiapkan reward dan prioritas program bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta MagangHub.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemagangan tidak berhenti sebagai pengalaman kerja semata, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi peserta untuk memperoleh pengakuan kompetensi yang dibutuhkan saat masuk ke dunia kerja.

Yassierli menegaskan, penguatan pemagangan yang terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, peserta magang perlu dibekali pengalaman kerja sekaligus bukti kompetensi yang terstandar agar lebih siap bersaing dan lebih mudah dikenali kebutuhannya oleh dunia industri.

Tercatat program pemagangan nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Program ini berjalan secara bertahap, di mana batch I diikuti 14.952 peserta menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026.(lea/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 23 April 2026
28o
Kurs