“Yang kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai di tanggal 2 itu, dan kemudian dapur-dapur itu siap beroperasi pada tiga atau empat minggu setelah dilakukan aktivasi di tanggal 2,” ujar Sudaryono.
Dengan demikian, proses aktivasi menjadi tahap awal sebelum dapur benar-benar menjalankan pelayanan secara penuh.
BGN juga akan melanjutkan pembukaan SPPG di wilayah lain setelah tahap awal pada 2 Oktober. Prioritas diberikan kepada wilayah 3T, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang banyak menerima aduan mengenai sekolah yang belum memperoleh layanan MBG.
Wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan menjadi perhatian khusus karena memiliki tantangan distribusi dan akses yang lebih besar.
Di tengah perluasan layanan, BGN juga menegaskan bahwa penentuan SPPG yang akan diaktifkan dilakukan berdasarkan sistem dan basis data internal.

NOW ON AIR SSFM 100

