Sebelumnya, BGN juga menghentikan sementara 1.999 SPPG yang belum mendaftarkan SLHS. Empat SPPG kemudian dihentikan secara permanen karena dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan dan tidak memperbaiki pelanggaran operasional.
Di sisi anggaran, BGN mencatat realisasi anggaran MBG mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp79 triliun anggaran yang belum terealisasi untuk mendukung pelaksanaan program hingga akhir tahun.
BGN juga memperkuat rantai pasok dengan mendorong penggunaan produk dalam negeri serta meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan SPPG.
Setelah aktivasi tahap awal pada 2 Oktober, pembukaan SPPG akan terus dilakukan secara bertahap.
Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kebutuhan layanan, hasil pemetaan sistem, kondisi wilayah, serta data penerima manfaat. Wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi tetap menjadi prioritas dalam perluasan program MBG.(faz/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

