Rabu, 29 Juli 2026

BGN Prioritaskan SPPG di Daerah Stunting Tinggi, Terapkan Sistem Pengawasan Terpadu

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Sudaryono Kepala BGN (tengah) memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Antara.

Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan pembangunan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap dapur juga akan diawasi melalui sistem digital terpadu agar lebih tepat sasaran, transparan, dan sesuai standar.

Sudaryono Kepala BGN pada Rabu (29/7/2026) mengatakan, data Kementerian Kesehatan mencatat 220 kabupaten/kota berstatus stunting tinggi dan 92 kabupaten/kota masuk kategori sangat tinggi. Sementara itu, 182 kabupaten/kota berada pada kategori sedang.

BGN akan memeriksa ketersediaan dapur MBG di setiap wilayah prioritas. SPPG yang sudah tersedia akan segera diaktifkan, sedangkan pembangunan baru diarahkan ke daerah yang belum terlayani.

Fokus awal mencakup Papua, Nusa Tenggara Timur, sejumlah wilayah Sumatra, dan sebagian Jawa.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Rabu, 29 Juli 2026
28o
Kurs