Rabu, 29 Juli 2026

BGN Prioritaskan SPPG di Daerah Stunting Tinggi, Terapkan Sistem Pengawasan Terpadu

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Sudaryono Kepala BGN (tengah) memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Antara.

Pemeriksaan direncanakan berlangsung lebih dari sekali untuk menilai dampak pemberian makanan terhadap kondisi gizi penerima.

Pengawasan dengan Sistem Terpadu
Selain memperbaiki ketepatan sasaran, BGN akan mengawasi seluruh kegiatan dapur MBG secara digital. Pengawasan mencakup pencatatan bahan baku, waktu dan suhu memasak, pendinginan, pengemasan, distribusi, penerimaan makanan, waktu konsumsi, pengembalian ompreng, pencucian, hingga pembelanjaan bahan pangan.

Sistem informasi BGN memiliki tujuh modul yang memuat data penerima manfaat, NIK, sekolah, serta proses distribusi makanan. Sistem tersebut digunakan untuk memastikan setiap SPPG menjalankan standar operasional prosedur dan memenuhi tingkat layanan yang telah ditetapkan.

BGN turut menyiapkan portal transparansi yang dapat diakses sekolah dan orang tua. Portal itu akan memuat menu harian, foto makanan, kandungan gizi, riwayat menu, lokasi dapur, serta identitas kepala SPPG.

Terkait dugaan pelanggaran dan praktik koruptif dalam pelaksanaan MBG, BGN telah menyerahkan penanganan hukumnya kepada kejaksaan dan aparat penegak hukum. BGN menyatakan siap memberikan akses terhadap data yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Rabu, 29 Juli 2026
28o
Kurs