“Yang bagus kita teruskan, kemudian yang lain-lain kita perbaiki,” kata Sudaryono, seperti dilaporkan Antara.
Penentuan wilayah prioritas didasarkan pada data Kemenkes yang menunjukkan sekitar 40 persen penduduk pada dua kelompok ekonomi terbawah masih kekurangan asupan kalori dan protein.
BGN memperkirakan sekitar 116 juta penduduk mengonsumsi makanan lebih sedikit dibandingkan kebutuhan aktivitas hariannya.
Pemerintah juga memiliki data penerima manfaat berdasarkan nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Integrasi data antarlembaga akan digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta status penerimaan MBG pada anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
Perkembangan kesehatan penerima manfaat akan dipantau melalui program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan bersama Kemenkes.
NOW ON AIR SSFM 100

