Rabu, 29 Juli 2026

BGN Prioritaskan SPPG di Daerah Stunting Tinggi, Terapkan Sistem Pengawasan Terpadu

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Sudaryono Kepala BGN (tengah) memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Antara.

“Yang bagus kita teruskan, kemudian yang lain-lain kita perbaiki,” kata Sudaryono, seperti dilaporkan Antara.

Penentuan wilayah prioritas didasarkan pada data Kemenkes yang menunjukkan sekitar 40 persen penduduk pada dua kelompok ekonomi terbawah masih kekurangan asupan kalori dan protein.

BGN memperkirakan sekitar 116 juta penduduk mengonsumsi makanan lebih sedikit dibandingkan kebutuhan aktivitas hariannya.

Pemerintah juga memiliki data penerima manfaat berdasarkan nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Integrasi data antarlembaga akan digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta status penerimaan MBG pada anak sekolah, balita, dan ibu hamil.

Perkembangan kesehatan penerima manfaat akan dipantau melalui program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan bersama Kemenkes.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Rabu, 29 Juli 2026
28o
Kurs